Page 15 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 15
dan Nurhasanah di tahun 2018.
Wakil Jaksa Penuntut Umum, Nicholas Khoo, mengatakan keempat wanita itu
diidentifikasi dengan ideologi ISIS dan JAD.
Yulistika (33) dan Nurhasanah (33) kini telah meninggalkan Negeri "Singa".
Januari tahun lalu, Anindia di aplikasi pesan singkat melihat permohonan
sumbangan oleh badan amal agama yang dikenal sebagai Anfiqu Centre, yang
merupakan bagian dari JAD.
Anindia dan Yulistika kemudian menyumbang 20 dollar AS (sekitar Rp 285 ribu) tiap
bulannya.
Dua bulan kemudian Anindia memberikan 20 dollar AS ke Yulistika yang
mengirimkan uangnya ke Indonesia.
Anindia sendiri pada Juli lalu mengirim 50 dollar AS (sekitar Rp 712 ribu) sendiri.
Kemudian Anindia bertemu tiga temannya di Paya Lebar pada Maret tahun lalu, dan
mereka setuju untuk menyumbang ke badan amal agama lain yang dikenal sebagai
Aseer Cruee Centre.
Sumbangan ini ditujukan kepada keluarga anggota JAD yang telah meninggal atau
berada di penjara.
Setiap orang menyumbang 20 dollar AS, dan Retno mengirim uang ke tunangannya
di Indonesia, FIkri Zulfikar, yang dikenal sebagai pendukung entitas teroris.
Selain menyumbang dana, Anindia juga mengunggah video pemboman dan
pembunuhan oleh ISIS di Facebook, dan membuat akun baru ketika unggahan-
unggahannya diblokir.
Demikian yang diuraikan jaksa penuntut.
Singapura sendiri merupakan "rumah" bagi lebih dari 250 ribu TKI, dan sudah
ditemukan beberapa kasus TKI yang diduga telah diradikalisasi.
Sebelumnya, pada 12 Februari Turmini (31) dijatuhi hukuman tiga tahun sembilan
bulan penjara, sedangkan Retno Hernayani (37) harus masuk bui selama 1,5 tahun.
Page 14 of 192.

