Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 MARET 2020
P. 31
Title SBMI INDRAMAYU SEBUT MASIH BANYAK PEREKRUTAN PMI ILEGAL, JUMLAHNYA CAPAI
RIBUAN
Media Name jabar.tribunnews.com
Pub. Date 08 Maret 2020
Page/URL https://jabar.tribunnews.com/2020/03/08/sbmi-indramayu-sebut-masih-ban yak-
perekrutan-pmi-ilegal-jumlahnya-capai-ribuan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu menyebut praktik
pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga saat ini masih marak
terjadi.
Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, meski tidak terdata secara
pasti, tapi jumlah PMI asal Kabupaten Indramayu yang diberangkatkan secara ilegal
saja jumlahnya mencapai ribuan.
"Saya sering komunikasi dengan PMI di negara-negara penempatan, saya dapat
informasi banyak dari mereka yang masih ilegal," ujar dia kepada Tribuncirebon.com
saat ditemui di sekretariat SBMI setempat, Minggu (8/3/2020).
Juwarih mengatakan, meski sudah jelas dilarang dan banyak kasus yang menimpa
para PMI ilegal. Namun, masyarakat tetap saja membandel dan nekad berangkat
dengan alasan diiming-imingi gaji besar oleh pihak perekrut.
Sekedar informasi, dijelaskan Juwarih, pengajuan penyaluran PMI seperti ke negara
timur tengah itu semua prosesnya ditanggung oleh majikan.
Lain halnya dengan berangkat ke negara-negara penempatan yang aman dan sesuai
prosedur, para PMI mesti membayar biaya secara mandiri melalui pinjaman dari
bank.
Hal ini pula yang membuat para PMI banyak yang tergiur untuk berangkat ke
negara unprosedural.
Kendati demikian, para PMI unprosedural ini memiliki risiko yang tinggi, salah
satunya sulit mendapat perlindungan dari pemerintah jika mengalami permasalahan.
"Di negara timur tengah juga itu sistemnya seperti perbudakan," ujar dia.
Adapun, modus yang dilakukan oleh para perekrut biasanya memfasilitasi para PMI
dengan menggunakan visa turis ke negara transit.
"Biasanya mereka memberangkatkan PMI ke Singapura dulu karena Singapura
Page 30 of 192.

