Page 344 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 344
positive - Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta) Kita akan carikan solusi terbaik bagi
kepentingan buruh, prinsipnya semua harus baik semua harus hepi, harus senang. Semua juga
harus memahami bahwa sekarang kan kita sedang dalam masa pandemi Covid-19
negative - Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta) Sekarang kan memang karena
pandemi Covid-19 jadi memang tidak bisa kita putuskan sepihak
Ringkasan
Sejumlah serikat pekerja melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021) siang. Pantauan Kompas.com, para demonstran
berjajar rapi di tepi jalan, menggelar sejumlah spanduk di atas permukaan jalan. Di antara
spanduk-spanduk berisi tuntutan para pekerja, ada pula spanduk berwarna oranye bertulis
"Partai Buruh".
SERIKAT PEKERJA DEMO DI BALAI KOTA MINTA KENAIKAN UMP JAKARTA JADI RP
4,8 JUTA
JAKARTA, - Sejumlah serikat pekerja melakukan unjuk rasa di depan Balai Kota, Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021) siang.
Pantauan Kompas.com, para demonstran berjajar rapi di tepi jalan, menggelar sejumlah spanduk
di atas permukaan jalan.
Di antara spanduk-spanduk berisi tuntutan para pekerja, ada pula spanduk berwarna oranye
bertulis "Partai Buruh".
Sepeda motor para pengunjuk rasa juga terparkir rapi di tepi jalur pedestrian.
Mereka juga berencana menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta serta
mengirim perwakilan dengan harap dapat ditemui jajaran Pemprov DKI Jakarta.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI Jakarta, Winarso, menyebut bahwa aksi
unjuk rasa hari ini diikuti oleh sedikitnya 10 serikat pekerja yang tergabung dalam KSPI, guna
menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) menjadi kisaran Rp 4,8 juta.
"Hari ini aksi kita menuntut kenaikan UMP 2022 sebesar 7-10 persen, artinya ada negosiasi di
situ, antara 7 sampai 10 persen," kata Winarso kepada Kompas.com di lokasi.
Winarso mengaku bahwa tuntutan kenaikan upah itu sesuai dengan survei internal mereka soal
kebutuhan hidup layak (KHL) 2022.
Hasil survei itu, kata dia, menunjukkan bahwa idealnya UMP DKI Jakarta 2022 dinaikkan 10
persen.
Namun, Winarso mengaku mempertimbangkan pula keadaan dunia usaha yang belum pulih
benar akibat pandemi Covid-19, sehingga memberi batas bawah negosiasi kenaikan UMP di
angka 7 persen.
"Aksi hari ini kita sebenarnya bertujuan untuk bertemu dengan Gubernur Anies Baswedan, tetapi
manakala tidak ditemui, ya kita juga tidak masalah," kata Winarso.
343

