Page 360 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 360
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu, Menaker Ida mengatakan pihak Taiwan
yang diwakilkan Direktur Badan Pengembangan Tenaga Kerja Kemnaker Taiwan Tsai Meng-liang
menyatakan persiapan Indonesia untuk upaya pencegahan pandemi COVID-19 telah selesai.
Ida mengatakan pihak Taiwan berjanji secara ketat mengawasi pelaksanaan oleh Perusahaan
Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan telah menyusun rencana program khusus
penempatan pekerja migran dan telah diajukan kepada National Health Command Center
(NHCC).
Implementasi rencana program tersebut memerlukan kolaborasi dan kerja sama intensif kedua
pihak antara Indonesia dan Taiwan.
"Indonesia menjadi partner pertama yang diajak mendiskusikan hal-hal yang perlu dipersiapkan
dalam rencana penempatan kembali pekerja migran ke Taiwan," kata Menaker Ida Fauziyah.
Dia menjelaskan apabila Indonesia telah menyelesaikan persiapan pencegahan pandemi maka
pihak Taiwan untuk tahap pertama akan menerima penempatan 1.700 orang pekerja migran,
masing-masing 850 orang sektor formal dan sektor domestik.
"Pihak Taiwan menyarankan pihak Indonesia dan pengaturan pekerja migran mulai masuk ke
Taiwan dari 11 hingga 23 November 2021 nanti," ujarnya.
Kebijakan khusus pihak Taiwan itu didasari kurangnya tenaga kerja industri di Taiwan, sehingga
demi perkembangan ekonomi di negaranya dan mencukupi kebutuhan tenaga kerja, pihak
Taiwan mengajukan proposal rencana penempatan ke Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC)
untuk memperoleh persetujuan penempatan pekerja migran.
Indonesia merupakan negara pertama yang memperoleh penempatan di Taiwan dengan
mempertimbangkan persyaratan karantina sebelum dan sesudah masuk wilayah itu.
"Dengan kembali dibukanya penempatan pekerja migran ini maka mewakili Pemerintah
Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Taiwan atas kerja sama yang
terjalin baik selama ini," demikian Ida.
359

