Page 364 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 364
"20% an awalnya, tapi kita ringkas jadi 7-10% karena kita nggak dapat stimulus seperti
pengusaha," kata Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Mirah Sumirat kepada Rabu
(10/11/21).
Adapun UMP Jakarta saat ini sebesar Rp 4.416.186,548, jika ada kenaikan 20% maka UMP
Jakarta menjadi Rp 5,3 juta. Nilai tersebut dianggap baru cukup untuk memenuhi kebutuhan
buruh. Pasalnya, stimulus kepada buruh saat ini terasa kian kurang.
Ia membandingkan stimulus dari pemerintah yang terasa berbeda antara untuk pengusaha
maupun pekerja. Misalnya pengusaha insentif PPh orang dan badan, relaksasi kredit dan lainnya.
Sementara itu bagi pekerja, bantuan sosial serta bantuan subsidi upah (BSU) relatif sedikit.
"Apalagi 2021 ini nggak naik gaji, banyak pekerja yang dirumahkan tanpa dibayar dengan alasan
covid, WFH nggak dibayar gara-gara covid. Buruh kebutuhan biaya hidup nambah karena online,
tapi sekolah SPP bayar terus. Selain itu pengeluaran banyak, pekerja bayar sendiri PCR dan
segala macamnya," kata Mirah.
Berbagai kebutuhan itu menjadi alasan kalangan buruh meminta adanya kenaikan UMP 2022
setidaknya sebesar 7-10%. Angka itu bukan hasil yang asal, karena buruh sudah melakukan
survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di 24 Provinsi, dengan menggunakan 60 komponen
Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
"Kami juga mengadakan survei di pasar tradisional dan modern, dan kita pertimbangkan kondisi
riil masyarakat, pengeluaran seperti apa, kebutuhan dan biaya yang ditanggung pandemi. Dan
memperhitungkan juga 2021 nggak naik upah, jadi itu sudah kompromi sedemikian rupa yang
jadi pertimbangkan 7%-10%. Di sektor rill nggak ngangkat juga tapi kami mempertimbangkan
dan memahami situasi Covid," ujarnya.(hoi/hoi).
363

