Page 366 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 366

Ditegaskan Panca, selama ini SPSI sebagai dewan pengupahan tidak bisa berbuat banyak untuk
              mendorong  kesejahteraan  pekerja  melalui  UMP.  Sebab,  banyak  kebijakan  ataupun  aturan
              pemerintah, yang menghalangi aspirasi dari SPSI. Seperti kenaikan UMP itu hanya dilihat dari
              pertumbuhan ekonomi dan inflasi menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara kondisi
              sebenarnya  yang  dialami  oleh  pekerja  melalui  SPSI  tidak  menjadi  acuan  pemerintah  untuk
              menaikan kesejehteraan pekerja.

              "Kita sudah beberapa kali rapat, tapi apa dampaknya, kalau yang kita sarankan tidak ditoleransi.
              Ini akibat peraturan yang tidak pro dengan pekerja," ungkap Panca.

              'Menurut Panca, SPSI Bengkulu telah mencatat, masih banyak perusahaan di Bengkulu yang
              belum  membayarkan  upah  sesuai  UMP.  Laporan  yang  diberikan  SPSI  juga  banyak  tidak
              ditindaklanjuti. Baik ke aparat penegak hukum maupun ke pemerintah.

              "Laporan hanya laporan, tidak banyak digubris. Padahal masih banyak pekerja dibayar dibawah
              UMP" tutumya.
              Tidak  hanya  itu,  menurut  Panca,  persoalan  pekerja  yang  banyak  diberikan  sanksi  oleh
              perusahaan,  juga  banyak  diterima  laporan  ke  SPSI.  Sanksi  yang  diberikan  kepada  pekerja,
              terkadang dilakukan hanya sepihak.

              "Rata-rata  itu  banyak  sanksi  itu  hanya  untuk  pekerja.  Tapi  kita  lihat  sampai  sekarang,
              perusahaan tidak pernah mendapatkan sanksi. Hal-hal kecil pekerja yang banyak disalahkan''
              tuturnya.

              Contoh-contoh persoalan tersebut, menurut Panca, harus diketahui langsung oleh pemerintah.
              Termasuk menjadi pertimbangan. untuk bisa menaikkan kesejahteraan pekerja. Bahkan selama
              ini, rapat antara SPSI dengan perusahaan, pemerintah dan pekerja itu tidak pernah dilakukan.

              "Maka penting untuk dilakukan evaluasi. Hak pekerja itu juga penting untuk disuarakan, dengan
              caracara duduk bersama membahasmasalah yangtimbul" ujarnya.

              Sementara  itu,  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Provinsi
              Bengkulu,  Edwar  Happy  mengatakan,  untuk  UMP  Bengkulu  tahun  2022,  pihaknya  masih
              menunggu acuan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

              Acuan itu terkait data dari BPS yang diserahkan ke Kemenaker. Kalau acuan itu sudah ada, baru
              Kemenaker nanti menyerahkan kepada kita (provinsi), terang Edwar. Nilai UMP itu, menurut
              Edwar  akan  ditetapkan  berdasarkan  pertumbuhan  ekonomi  dan  nilai  inflasi.  Data  tersebut
              berasal  dari  BPS,  sebagai  acuan  Kemenaker.  Targetnya,  sebelum  tanggal  21  November
              mendatang, UMP sudah bisa ditetapkan.

              "Karena Peraturan Pemerintah (PP) soal UMP itu tanggal 21 November sudah harus ditetapkan,'
              tambahnya.

              Untuk  proyeksi  naik  ataupun  turun  UMP  tersebut,  Edwar  belum  bisa  memprediksi,  Karena
              nilainya itu tergantung dari petujuk pemerintah pusat.

              "Kita belum bisa menebak naik ataupun turun. Karena ada rumusan dalam menghitung UMP"
              tutur Edwar.

              Disisi lain, Untuk Upah Minimum Kabupaten (UMK), nantinya akan ditetapkan setelah UMP telah
              dikeluarkan.  Edwar  menegakan,  UMK  bisa  dirubah,  ketika  UMK  tersebut  akan  dilakukan
              kenaikan. Jika UMK turun, maka upah pekerja dari kabupaten itu harus mengikuti UMP.

              "Kita tetapkan UMP dulu, baru nanti UMK;' tutupnya. (51)

                                                           365
   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371