Page 10 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JUNI 2020
P. 10

Title          PELAKSANAAN UU CIPTA KERJA BERPOTENSI TIMBULKAN MASALAH DI KALTENG
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      05 Juni 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1535368/pelaksanaan-uu-cipta-kerja-b erpotensi-
               Page/URL
                              timbulkan-masalah-di-kalteng
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
               Kalimantan Tengah Suhaemi melihat rancangan undang-undang Omnibus Law Cipta
               Kerja yang sedang dibahas pemerintah pusat dengan DPR RI, berpotensi
               menimbulkan masalah apabila diterapkan di wilayah setempat. Potensi bermasalah
               itu karena dari luas keseluruhan wilayah Kalteng, sekitar 70 persen masuk dalam
               kawasan hutan, kata Suhaemi saat mengikuti reses Ketua Komite I DPD RI Agustin
               Teras Narang melalui daring (dalam jaringan) di Palangka Raya, Kamis.

               "Bukan hanya dapat menimbulkan masalah jika diterapkan di Kalteng, tapi kami
               melihat RUU Omnibus Law Cipta Kerja itu juga dapat merugikan masyarakat," kata
               dia. Kerugian bagi masyarakat itu bisa dilihat dari, lanjut dia, tidak ada lagi
               kewajiban perusahaan perkebunan menyediakan kebun seluas 20 persen dari luas
               lahan yang diusahakan untuk diberikan kepada masyarakat.

               "Kami melihat, kalimatnya sekarang ini perusahaan hanya wajib memfasilitasi
               perkebunan masyarakat. Kalimat ini sebenarnya berisiko," kata Suhaemi.

               Keberadaan RUU Omnibus Law Cipta Kerja itu juga membuat seluruh pemberian izin
               menjadi kewenangan pemerintah pusat. Bahkan, sektor pertambangan dan
               perkebunan yang selama ini ditangani pemerintah daerah, diambil alih oleh
               pemerintah pusat. Dia mengatakan dalam reses Ketua Komite I DPD RI ini, apabila
               diperkenankan, ingin menyampaikan saran kepada pemerintah pusat terkait
               perizinan. Di mana perlu dibuat aplikasi perizinan berbasis elektronik.

               "Aplikasi itu terintegrasi dari tingkat pusat dan provinsi hingga kabupaten/kota se-
               Indonesia. Ini beberapa pandangan dan saran kami terkait RUU Omnibus Law Cipta
               Kerja," demikian Suhaemi.

               Kegiatan reses Teras Narang melalui daring tersebut fokus mengangkat topik
               inventarisasi materi RUU Omnibus Law CIPTA Kerja dan dalam reses via daring itu
               diikuti Kepala Disnakertrans Kalteng, Dinas ESDM Kaltreng, Dinas Perkebunan
               Kalteng, DPMPTSP Kalteng, para pengusaha perkebunan, pertambangan dan
               lainnya.*






                                                        Page 9 of 80.
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15