Page 7 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JUNI 2020
P. 7

disiplin sehingga perlu melibatkan aparat untuk pendisiplinan mematuhi protokol
               kesehatan. Asumsi itu jelas menegasikan kondisi sebenarnya dari new normal yang
               telah disinggung dalam pembahasan pertama bahawa kita hanya kembali pada
               sistem lama dengan tambahan protokol kesehatan yang tidak ada baru-barunya.
               Tidak ada perubahan sistem baru yang membuat masyarakat harus beradaptasi
               dengan disiplin, tetapi hanya hidup dengan kondisi bahwa saat ini ada virus Covid-
               19 mengintai kesehatan.

               Jika masa pandemi Covid-19 ini kita menerapkan sistem baru, maka di aspek
               ketenagakerjaan, semestinya ada perubahan drastis yang perlu adaptasi. Misalnya,
               selama pandemi Covid-19, kita mengenal istilah kerja dari rumah atau work from
               home (WFH) maka sistem ekonomi yang berubah semestinya beradaptasi dengan
               kondisi itu. Perubahan itu akan menghasilkan model-model ekonomi baru yang tidak
               hanya kuat bertahan saat pandemi, tetapi juga mampu memberi kepastian
               pekerjaan yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Perubahan itu menuntut
               dukungan ekosistem dari pemerintah misalnya dari hal kecil saja, internet cepat
               berkualitas di seluruh pelosok Indonesia. Jika hanya membuka aktivitas ekonomi
               tanpa perubahan model bisnis yang manusiawi dan berkeadilan, apanya yang baru
               dari new normal ?

               Saat aktivitas ekonomi hanya kembali pada sistem lama, maka kita juga akan
               menghadapi kembalinya kemacetan dan polusi udara. Kondisi itu yang meskipun
               tidak ada Covid-19, memaksa kita memakai masker. Tidak ada upaya untuk
               mengubah aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan dan membuat udara bersih
               seperti yang kita rasakan selama pandemi Covid-19. Kita akan kembali menghadapi
               kepadatan di dalam transportasi publik seperti KRL karena tidak ada sistem
               transportasi yang diubah. Kita juga harus menghadapi potensi penularan Covid-19
               karena harus kembali bekerja dengan sistem ekonomi yang rapuh. Bagaimana kita
               bisa menjaga jarak saat sistem transportasi tidak diubah dan tidak ada pilihan selain
               kembali bekerja menghadapi kepadatan itu? Apalah arti memakai masker, menjaga
               jarak, dan mencuci tangan saat kembali ke kondisi sebelum pandemi yang sudah
               kita ketahui bersama kewalahan menghadapi dampak Covid-19. Parahnya lagi, tidak
               ada perubahan sistem kesehatan yang akan membuat kita tenang dengan kepastian
               perawatan saat harus kembali ke tatanan hidup lama. Ke depan, kita akan memakai
               masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan semampunya lalu menyerahkan
               keselamatan kesehatan pada sistem lama yang bobrok.






















                                                        Page 6 of 80.
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12