Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 39

Menurut  Said  Iqbal,  ada  tiga  hal  yang  dilanggar  oleh  pihak  Gojek  dalam  melakukan  PHK.
              Pertama, Gojek tidak melakukan langkah-langkah yang maksimal untuk mencegah agar tidak
              terjadi PHK. Termasuk tidak ada perundingan dengan karyawan. Berdasarkan informasi yang
              dterimanya, karyawan hanya dikumpulkan dan diberitahu.

              "Padahal dalam undang-undang, PHK harus dirundingkan. Bukan disosialisasikan," kata Said
              menambahkan.

              Pelanggaran yang kedua, lanjut Said, di dalam undang-undang tidak dikenal istilah pesangon
              empat pekan. Di dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, pemberian pesangon harus dilakukan
              sesuai massa kerja, dengan nilai maksimal 9 bulan upah. Kemudian ada uang penghargaan
              masa kerja maksimal 10 bulan upah, serta ganti rugi yang nilainya 15 persen dari total nilai
              pesangon dan penghargaan masa kerja.
              Ketiga,  Said  menengungkapkan,  Gojek  tidak  melaporkan  PHK  ke  dinas  tenaga  kerja.
              Menurutnya, hal ini merupakan pelanggaran. Karena PHK yang dilakukan tanpa izin atau sepihak
              dari perusahaan, maka PHK-nya batal demi hukum.

              Selain mengajukan gugatan, dalam waktu dekat ini  KSPI  akan mengirimkan surat resmi ke
              pengawas  ketenagakerjaan  agar  segera  memeriksa  Gojek.  KSPI  akan  mendesak  bidang
              pengawas ketenagakerjaan untuk memeriksa Gojek atas pelanggaran yang dilakukannya.

              "KSPI mendesak Gojek menghentikan PHK dan mempekerjakan kembai ke 430 karyawan. Kami
              akan all out melakukan pembelaan terhadap buruh yang di PHK. Saat ini mereka sedang dalam
              proses pembuatan surat kuasa ke KSPI," tutupnya..















































                                                           38
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44