Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 JULI 2020
P. 99

sektor informal, usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) yang sudah terdampak sebanyak
              318.959 orang.

              "Langkah  strategis  itu  mulai  dari    refocusing    anggaran  hingga  perubahan  kebijakan  untuk
              mempertimbangkan kelangsungan usaha dan perlindungan bagi pekerja," ucap Ida Fauziyah,
              dalam pernyataan resmi yang diterima Selasa (30/6).

              Ia mengatakan, tiga langkah tersebut adalah pertama, Kemnaker tetap melaksanakan pelatihan
              berbasis kompetensi dan produktivitas melalui program BLK Tanggap Covid-19.

              Dalam  program  ini,  peserta  pelatihan  tidak  hanya  mendapatkan  keterampilan,  tetapi  juga
              mendapatkan insentif pascapelatihan.

              Selama masa pandemi, sejumlah BLK juga difungsikan sebagai dapur umum dan sentra produksi
              alat pencegahan penyebaran Covid-19 seperti hand sanitizer, APD, masker, wastafel portable,
              serta produk makanan olahan.
              "Seluruh  hasil  produksi  BLK  didistribusikan  secara  gratis  bagi  masyarakat  yang  terdampak
              pandemi," ucap Ida.

              Kedua,  program  pengembangan  perluasan  kesempatan  kerja  bagi pekerja/buruh  terdampak
              Covid-19 berupa program padat karya dan kewirausahaan.

              Ketiga,  Kemnaker  juga  telah  membuka  layanan  informasi,  konsultasi,  dan  pengaduan  bagi
              pekerja/buruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

              "Tiga langkah strategis tersebut selaras dengan 6 jaring pengaman sosial pemerintah dalam
              mengatasi Covid-19," ucap Ida.

              Adapun enam jaring pengaman sosial pemerintah dalam mengatasi Covid-19, yaitu, pertama,
              stimulus ekonomi bagi pelaku usaha agar dapat bertahan di masa pandemi, serta tetap mampu
              mempekerjakan pekerja/buruh.

              Kedua, insentif keringanan pajak penghasilan maupun bunga kredit bagi para pekerja di sektor
              formal. Ketiga, program jaring pengaman sosial melalui bantuan sosial bagi para pekerja formal
              maupun  pekerja  informal.  Keempat,  prioritas  Kartu  Prakerja  bagi  korban  ter-PHK  dan
              dirumahkan.

              "Posisi  Kemnaker  dalam  program  Kartu  Prakerja  ini  menjadi  mitra  aktif  melalui  platform
              Sisnaker," katanya.

              Kelima, masifikasi program padat karya dan kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja.
              Keenam, perlindungan terhadap pekerja migran baik di negara penempatan maupun setelah
              kembali ke Indonesia.

              Sebelum  pandemi  Covid-19,  kondisi  ketenagakerjaan  di  Indonesia  sedang  mengalami  tren
              positif. Hal ini ditunjukkan dengan tingkat pengangguran yang menurun hingga mencapai 4,9%
              pada Februari 2020.

              Penurunan ini terjadi karena kerja keras pemerintah bersama  stakeholders  Ketenagakerjaan,
              baik  dalam  hal  peningkatan  kompetensi  dan  produktivitas,  menjaga  kondusifitas  hubungan
              industrial, serta berbagai program perluasan kesempatan kerjadi masyarakat. Namun, pandemi
              Covid-19 memberikan dampak di seluruh sektor perekonomian termasuk ketenagakerjaan.

              "Kemnaker juga berusaha menekan angka pengangguran agar tidak tembus 2 digit," kata Ida..


                                                           98
   94   95   96   97   98   99   100   101   102   103   104