Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 123

Title          JANUARI-AGUSTUS, 73 PEKERJA MIGRAN NTT YANG TEWAS DIPULANGKAN
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      04 September 2019
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190904105135-20-427382/januari -agustus-
               Page/URL
                              73-pekerja-migran-ntt-yang-tewas-dipulangkan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
               (BP3TKI) Nusa Tenggara Timur ( NTT ) telah menerima 73 jenazah pekerja migran
               Indonesia (PMI) sepanjang Januari hingga Agustus 2019.


               "Berdasarkan data kami, sejak Januari sampai 19 Agustus 2019, NTT sudah
               menerima 73 jenazah PMI," tutur Kepala BP3TKI NTT Siwa mengutip Antara, Rabu
               (4/9).

               Pada 2017 lalu, jumlah pekerja migran yang meninggal dunia dan dikirim ke NTT
               sebanyak 62 orang. Jumlah tersebut meningkat pada 2018 yang mencapai 105
               orang.

               Siwa berharap jumlah pekerja migran Indonesia asal NTT yang menjadi korban
               kekerasan di negara lain hingga meninggal dunia bisa ditekan. Dia tak ingin jumlah
               itu terus-menerus meningkat hingga akhir tahun ini.

               "Jumlah korban memang sudah cukup banyak, tetapi kita tentu berharap," ucap
               Siwa.

               Siwa mengatakan bahwa pekerja migran asal NTT yang selama ini menjadi korban
               kekerasan hingga meninggal dunia umumnya tidak melalui prosedur resmi. Mereka
               tidak mendapat perlindungan, sehingga menjadi korban kekerasan hingga
               meninggal dunia.

               Berbeda halnya dengan para pekerja migran yang melalui prosedur resmi.


               Siwa mengatakan bahwa pemerintah menjamin perlindungan kepada pekerja
               migran yang melalui prosedur resmi. Dengan begitu, para pengguna jasa pekerja
               migran dari Indonesia jadi tidak berani untuk melakukan tindakan sewenang-
               wenang.

               Siwa mengklaim bakal terus mendorong masyarakat yang ingin bekerja di luar
               negeri agar melalui prosedur resmi. Menurutnya, itu bisa mengurangi jumlah
               pekerja migran yang menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia.

               "Kalau PMI resmi, di manapun mereka bekerja, majikan tidak berani berbuat yang
               aneh-aneh karena ada perlindungan dari negara. Berbeda dengan PMI tidak resmi,
               bisa diperlakukan secara tidak manusiawi," katanya. (bmw).




                                                      Page 122 of 136.
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128