Page 4 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 SEPTEMBER 2019
P. 4
Akan tetapi, lanjutnya, bukan berarti setiap masyarakat sudah dapat pekerjaan yang
pantas. Tantangan berikutnya bagi pemerintah adalah bagaimana ciptakan peluang
kerja yang luas dan pelayanan melalui SDM yang berdaya saing. Karena kedepan,
kata dia, ada dua persoalan besar yaitu SDM dan skill yang baik dan kecepatan
berinovasi.
"Pemerintah ke depan akan cepat dan gesit berinovasi. Menuju itu semua
dibutuhkan skill dan SDM yang bagus. Maka Perguruan tinggi, SMK, perlu duduk
bersama susun program agar para alumninya memiliki skill yang berdaya saing. Jika
tidak, maka mereka tidak bisa bersaing dengan kebutuhan kerja." paparnya.
Terkait dengan hal itu,Baddrut mengaku telah bangun komunikasi denganKemenko
Perekonomian untuk sebuah program membangun ekonomi melaluiPengambangan
Ekonomi Kawasan (PEK). Dia mohon restu agar rencana itu bisa beri jalan peluang
kerja yang luas tidak hanya untukPamekasan namun untuk daerah lainnya.
Dia berharap seluruh daerah di Madura membangun komunikasi untuk menangani
masalah ketenagakerjaan di Madura. Dia menginginkan ada komitmen semangat
para pimpinan daerah di Madura untuk menawarkan konsep pembaruan dalam
membangun Madura, agar stakeholder di Madura mau bekerja sama mengangkat
derajat Madura.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Pamekasan Arif Handayani
mengungkapkan berdasarkan survei ketenagakerjaan, jumlah penduduk Pamekasan
tahun 2018 sebanyak 871 ribu. Dengan jumlah angkatan kerja 458 ribu. Sedangkan
angka pengangguran terbuka 13.385.
Jumlah perusahaan peserta yang berpartisipasi dalam MJF 2019 adalah sebanyak 52
perusahaan dan lembaga. 32 berasal dari lokal Madura dan sisanya berasal dari
daerah lainnya di Jawa Timur. Sedangkan, angka peluang kerja yang tersedia dari
52 perusahaan itu mencapai 2.000 lebih lowongan kerja, baik untuk tenaga kerja di
dalam negeri maupun luar negeri.
Page 3 of 136.

