Page 153 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 153
Judul Kemenaker Minta Serikat Pekerja Aktif Dialog Dengan Manajemen
Nama Media jawapos.com
Newstrend Perlindungan Pekerja Perempuan
Halaman/URL https://www.jawapos.com/ekonomi/13/10/2021/kemenaker-minta-
serikat-pekerja-aktif-dialog-dengan-manajemen/
Jurnalis Editor : Mohamad Nur Asikin
Tanggal 2021-10-13 14:42:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan) Dialog sosial akan
sangat berpengaruh dan memberikan manfaat bagi inklusivitas pekerja perempuan di dunia kerja
neutral - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan) Inisiasi dialog sosial
dengan manajemen perusahaan harus datang dari perempuan karena perempuan lebih memiliki
kepekaan daripada laki-laki
negative - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan) Jika sering
dilakukan sosialisasi, maka ruang bagi siapa pun yang akan melakukan kekerasan atau pelecehan
menjadi tertutup
negative - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan) Sesuai arahan
Menaker Bu Ida Fauziyah, kalau perusahaan punya komitmen, orang tidak berani macam-macam
melakukan kekerasan atau pelecehan seksual
positive - Anwar Sanusi (Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan) Kami berharap
strategi ini dapat bermanfaat bagi transformasi Indonesia yang lebih produktif dan kompetitif
dengan memajukan kesetaraan gender dan perlakuan yang sama bagi semua pekerja
perempuan dan laki-laki
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus mendorong pekerja perempuan mendapatkan
pelindungan dan memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya. Kemenaker meminta
pengurus serikat pekerja atau buruh agar terus melakukan dialog sosial dengan manajemen
perusahaan. Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, diskusi dan komunikasi para pekerja
perempuan dengan manajemen harus dilakukan karena terkait dengan pentingnya membangun
budaya zero tolerance for harassment, guna terwujudnya kenyamanan bekerja bagi perempuan.
152

