Page 154 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 154

KEMENAKER MINTA SERIKAT PEKERJA AKTIF DIALOG DENGAN MANAJEMEN

              JawaPos.com  –  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  terus  mendorong  pekerja
              perempuan  mendapatkan  pelindungan  dan  memberikan  rasa  aman  dalam  pemenuhan  hak-
              haknya. Kemenaker meminta pengurus serikat pekerja atau buruh agar terus melakukan dialog
              sosial dengan manajemen perusahaan.

              Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, diskusi dan komunikasi para pekerja perempuan
              dengan manajemen harus dilakukan karena terkait dengan pentingnya membangun budaya zero
              tolerance for harassment, guna terwujudnya kenyamanan bekerja bagi perempuan.

              “Dialog  sosial  akan  sangat  berpengaruh  dan  memberikan  manfaat  bagi  inklusivitas  pekerja
              perempuan di dunia kerja,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Rabu (13/10).

              Anwar  Sanusi  menyebut,  hal  itu  dilakukan  karena  para  pekerja  perempuan  kerap  kali
              mendapatkan bentuk kekerasan atau pelecehan seksual, baik verbal maupun nonverbal. Hal itu
              tidak boleh terjadi atau menimpa pekerja, khususnya pekerja perempuan.

              “Inisiasi  dialog  sosial  dengan  manajemen  perusahaan  harus  datang  dari  perempuan  karena
              perempuan lebih memiliki kepekaan daripada laki-laki,” ucapnya.

              Sekjen Anwar menilai, pekerja perempuan pun harus proaktif berdialog, menyosialisasikan ke
              kalangan pekerja dan perusahaan melalui forum-forum yang ada di perusahaan, agar tidak boleh
              terjadi kekerasan dan pelecehan.
              “Jika sering dilakukan sosialisasi, maka ruang bagi siapa pun yang akan melakukan kekerasan
              atau  pelecehan  menjadi  tertutup,”  imbuhnya  Menurutnya,  sosialisasi  anti-kekerasan  atau
              pelecehan juga perlu dilakukan di luar tempat kerja, seperti keluarga dan lingkungan sosialnya.
              Dengan  demikian,  perempuan  dapat  merasa  lebih  aman  dan  nyaman  saat  bekerja.  “Sesuai
              arahan Menaker Bu Ida Fauziyah, kalau perusahaan punya komitmen, orang tidak berani macam-
              macam melakukan kekerasan atau pelecehan seksual,” tegasnya.

              Kemnaker sendiri, kata Anwar, juga telah berpedoman kepada Sustainable Development Goals
              (SDGs)  mengenai  pengarusutamaan  gender  dan  promosi  pekerjaan  yang  layak  dan
              mencerminkan adanya kerangka dan standar internasional yang mengatur kesetaraan gender,
              Konvensi  Penghapusan  Segala  Bentuk  Diskriminasi  terhadap  Perempuan  (CEDAW),  Deklarasi
              Beijing dan Mimbar Aksi untuk Pemberdayaan Perempuan, Konvensi inti ILO, serta Deklarasi,
              Konsensus, dan Rencana Kerja ASEAN.

              Semua pedoman dan kebijakan tersebut dihasilkan dari dialog-dialog sosial, yang dilakukan di
              antara pemerintah dan organisasi sebagai rujukan dalam penyusunan strategi khusus Kemnaker.

              “Kami berharap strategi ini dapat bermanfaat bagi transformasi Indonesia yang lebih produktif
              dan kompetitif dengan memajukan kesetaraan gender dan perlakuan yang sama bagi semua
              pekerja perempuan dan laki-laki,” pungkasnya.















                                                           153
   149   150   151   152   153   154   155   156   157   158   159