Page 97 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 OKTOBER 2021
P. 97

Ringkasan

              Setibanya di Ambon siang tadi, Rabu (13/10/2021), Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin
              langsung memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Prioritas
              Provinsi Maluku 2021, di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku. Hadir mendampigi
              Wapres  dalam  rapat  tersebut  Menteri  Koordinator  Bidang  Politik,  Hukum,  dan  Keamanan
              Mohammad Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi
              Sadikin,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah,  serta  Menteri  Koperasi  dan  Usaha  Kecil
              Menengah Teten Masduki.



              RAKOR PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI MALUKU, WAPRES : ANGGARAN
              BUKANLAH ISU UTAMA

              Setibanya di Ambon siang tadi, Rabu (13/10/2021), Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma'ruf Amin
              langsung memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Prioritas
              Provinsi Maluku 2021, di Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Maluku.

              Rapat tersebut dihadiri Guberrnur Maluku Murad Ismail dan para Bupati dari 5 kabupaten yang
              merupakan  kantong-kantong  kemiskinan  ekstrem  di  tahun  2021.  5  kabupaten  itu,  yakni,
              Kabupaten  Maluku  Tengah,  Maluku  Barat  Daya,  Maluku  Tenggara,  Kabupaten  Kepulauan
              Tanimbar, dan Seram Bagian Timur.

              Mengawali  pertemuan,  Wapres  menyampaikan,  rapat  ini  merupakan  tindak  lanjut  dari  rapat
              koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem yang telah dilaksanakan pada 28 September
              lalu.

              "Rapat ini juga merupakan rangkaian dari kunjungan kerja saya ke tujuh provinsi prioritas tahun
              2021 yang sudah dimulai sejak akhir September lalu di Bandung Jawa Barat, Surabaya Jawa
              Timur, dan Semarang Jawa Tengah," ucap Wapres membuka pertemuan.

              Lebih jauh mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan, program penanggulangan
              kemiskinan ekstrem yang harus diselesaikan pada akhir 2024 ini merupakan arahan Presiden
              Joko  Widodo.  Adapun  wilayah  yang  diprioritaskan  mencakup  tujuh  provinsi,  salah  satunya
              Maluku.

              Terkait pemilihan 5 kabupaten prioritas di Maluku serta seluruh 35 Kabupaten prioritas secara
              nasional  pada  2021  ini,  menurut  Wapres,  didasarkan  bukan  hanya  pada  kriteria  persentase
              tingkat  kemiskinan  ekstrem,  tetapi  juga  dikombinasikan  dengan  jumlah  masyarakat  miskin
              ekstrem di wilayah tersebut sesuai data BPS yang dihasilkan melalui SUSENAS Maret 2020. Selain
              itu,  ukuran  tingkat  kemiskinan  ekstrem  mengacu  pada  definisi  Bank  Dunia  dan  Perserikatan
              Bangsa-Bangsa, yaitu sebesar 1,9 US dollar PPP (purchasing power parity) per kapita per hari,
              yang lebih rendah dibandingkan ukuran tingkat kemiskinan secara umum yang digunakan BPS
              yaitu sebesar 2,5 US dollar PPP per kapita per hari.

              Dalam  rapat  koordinasi  yang  berlangsung  selama  lebih  dari  dua  jam  tersebut,  Wapres
              mengungkapkan, anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) untuk mendukung berbagai program
              penanggulangan kemiskinan jumlahnya cukup besar yakni mencapai lebih dari 500 triliun rupiah.
              Namun, program-program tersebut belum dapat diterima secara optimal oleh masyarakat miskin.

              Untuk  itu  ia  menekankan,  diperlukan  konvergensi  program  yang  diinisiasi  oleh  K/L  dan
              pemerintah daerah, karena hal tersebut merupakan kunci penanggulangan kemiskinan ekstrem.




                                                           96
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102