Page 74 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 JUNI 2020
P. 74
Title ANGGOTA DPR INI MINTA PELATIHAN PROGRAM KARTU PRA KERJA DIGELAR OFFLINE
Media Name kompas.com
Pub. Date 03 Juni 2020
https://nasional.kompas.com/read/2020/06/03/15132671/anggota-dpr-ini-m inta-
Page/URL
pelatihan-program-kartu-pra-kerja-digelar-offline
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai Golongan Karya (Golkar),
Yahya Zaini yakin, dengan mengembalikan desain pelatihan tatap muka atau offline
di era new normal akan meredam kritik masyarakat terhadap pelaksanaan pelatihan
online di Program Kartu Prakerja.
" Pelatihan tatap muka mempunyai komposisi kurikulum 30 persen teori dan 70
persen praktik sehingga lebih efektif," sambung Yahya, Rabu (03/06/2020).
Ia mengungkapkan, dalam praktiknya selama ini pelatihan tatap muka
membutuhkan alokasi waktu rata-rata dua minggu dengan jumlah peserta yang
terbatas, yakni 16 orang setiap angkatan.
Oleh karenanya, menurut dia, desain pelatihan tatap muka ini sangat tepat untuk
memberikan bekal keterampilan bagi pekerja yang dirumahkan karena terkena
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah
(UMKM) yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19.
Dalam keterangan tertulisnya, Ia juga berharap penerapan pelatihan offline
hendaknya jadi momentum untuk percepatan pemberdayaan Balai Latihan Kerja
(BLK) yang sudah dicanangkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
"Yang lebih penting, peserta akan mendapatkan keterampilan yang benar-benar
dapat diterapkan untuk usaha mandiri selama Covid-19 belum hilang tuntas,"
katanya.
Meski demikian, Yahya mengingatkan, dari program tersebut yang perlu dirancang
ulang adalah biaya pelatihannya.
"Besaran biaya pelatihan tatap muka berkisar Rp 4.000.000 per orang. Sedangkan
untuk insentif dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 per bulan selama 3 bulan,"
jelas Yahya.
Dengan demikian, menurut Yahya, jumlah peserta yang dapat dijangkau juga akan
mengalami koreksi atau perubahan menjadi sekitar 4 juta orang.
"Pelatihan tatap muka harus dilakukan secara selektif sesuai dengan kebutuhan
dunia kerja, karena akan memberdayakan BLK yang berjumlah sekitar 305 dan
tersebar di seluruh Indonesia,"kata Yahya.
Page 73 of 126.

