Page 72 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 SEPTEMBER 2021
P. 72

KASUS PENIPUAN PEKERJA MIGRAN, DISNAKER TULUNGAGUNG CABUT IZIN
              OPERASIONAL LPK
              Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mencabut sementara izin operasional
              lembaga  pelatihan  kerja  (LPK)  milik  tersangka  MRT  (38),  karena  terkait  langsung  dalam
              serangkaian aksi penipuan berkedok rekrutmen pekerja migran Indonesia dengan tujuan negara
              Polandia.

              "Untuk sementara, selama proses hukum berjalan kami menutup sementara LPK milik MRT yang
              ada  di  Desa  Rejotangan  Kecamatan  Rejotangan,"  kata  Kepala  Disnaker  Tulungagung  Agus
              Santoso di Tulungagung, Kamis.

              Penegasan itu disampaikan Agus demi memberikan perlindungan terhadap warga yang ingin
              bekerja ke luar negeri agar tidak menggunakan jasa LPK tersebut, sekalipun untuk kursus bahasa
              asing.

              Penutupan  sementara  juga  bertujuan  memberi  kepastian  hukum.  Apabila  MRT  divonis  tidak
              bersalah, maka izin operasional LPK bakal diaktifkan kembali. Namun sebaliknya jika dinyatakan
              bersalah, maka izin bakal dicabut untuk seterusnya.

              Agus juga mengonfirmasi bahwa lembaga tersebut bukanlah PJTKI (pengerah jasa tenaga kerja
              Indonesia) atau PPTKIS (pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta) ilegal, namun
              sebatas LPK atau lembaga pelatihan kerja yang bekerjasama dengan PPTKIS di Bogor, Jawa
              Barat.

              Calon  pekerja  migran  Indonesia  yang  dilatih  oleh  MRT  di  LPK  tersebut  diminta  untuk
              diberangkatkan, dengan iming-iming syarat yang lebih mudah dan biaya yang lebih murah.

              Iming-iming itu disambut MRT yang kemudian merekrut para peserta didik di LPK-nya dan juga
              peminat PMI lain melalui iklan di media sosial. MRT kemudian menyetor sejumlah uang pada
              seseorang di Bogor.

              "Tapi,  ternyata  dibohongi  oleh  PT  yang  ada  di  Bogor  sana.  Uang  sudah  disetor  tapi  tidak
              diberangkatkan sampai tiga tahun," tutur Agus.

              Ia mengaku tahu kronologi kasus tersebut, karena sebelumnya Disnaker Tulungagung sudah
              beberapa kali membantu memediasi kasus tersebut dengan mempertemukan pihak LPK dengan
              para korban yang mengadukan kasus penipuan tersebut.
              Agus  melanjutkan  MRT  lalu  mencari  kejelasan  dengan  menemui  orang  yang  menjanjikan
              pemberangkatan PMI ke Polandia itu, namun ternyata

              hasilnya nihil. “Ternyata sampai di sana (Bogor) PT-nya sudah tidak ada," kata Agus mengutip
              pengakuan MRT sebelumnya.

              Namun, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut. Menurut Agus bisa saja
              keterangan MRT sebatas alibi untuk menghindar dari tanggungjawab.

              "Kami telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Tenaga Kerja untuk dilakukan investigasi.
              Nanti kalau informasi dari teman di Jakarta itu PT-nya lari, berarti memang benar dia (MRT)
              korban,” katanya.
              Agus mengimbau warga yang ingin kerja di luar negeri, untuk berkonsultasi ke Disnaker terlebih
              dahulu agar tidak terjerumus pada penipuan.




                                                           71
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77