Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2019
P. 41

Chairul Fadhly menjelaskan inovasi produktivitas sejalan dengan tugas dan fungsi
               BBPP dalam memberikan pelayanan produktivitas berdasar Permenakertrans Nomor
               21 tahun 2009 tentang pelayanan produktivitas.

               "Kita berdayakan BBPP dalam bentuk penerapan teknologi dan alat bantu
               masyarakat kita agar berdaya saing dan produktif, Pendekatan yang telah kita
               lakukan sudah banyak, salah satunya adalah pendekatan pemanfaatan teknologi,
               yang murah, ramah lingkungan, yang safety, bermutu, dan berkualitas," kata Chairul.

               Sinergitas melalui partnerhsip LIPI, kata Chairuk memberikan arah lebih jelas
               terhadap outcome layanan produktivitas yang berujung kepada manfaat dan
               dampak nyata. Bukan hanya sebuah rutinitas dan bukan mengejar kerja pada proses,
               tetapi lebih kepada kerja yang berorientasi pada hasil-hasil nyata sejalan dengan
               filosofi produktivitas yaitu efektif, efisien, berkualitas, dan berdaya saing.

               "Sinergi dengan LIPI mempercepat peningkatan kompetensi SDM dan penguatan
               daya saing tenaga kerja, yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan
               masyarakat Indonesia," ujar Chairul Fadhly.

               Ditegaskan Chairul, adanya bonus demografi, Indonesia memiliki potensi untuk
               menjadi Indonesia maju sehingga pemerintah terus mengupayakan peningkatan
               SDM melalui peningkatan ratio wirausaha. Peran masyarakat, swasta, perguruan
               tinggi bersama pemerintah terus didorong untuk menurunkan angka pengangguran.

               "Minat masyarakat menjadi Wirausaha perlu terus ditingkatkan agar tercipta
               lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan. Program pelatihan
               kewirausahaan terintegrasi memiliki tujuan akhir untuk menumbuhkan wirausaha-
               wirausaha kreatif, produktif, inovatif, dan berdaya saing," katanya.

               Angka tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2 persen dari populasi
               penduduk sebagai syarat minimal suatu masyarakat menuju sejahtera. Namun
               demikian, ratio wirausaha 3,10 persen tersebut, masih lebih rendah dibandingkan
               dengan negara-negara lain; seperti Malaysia 5 persen, China 10), Singapura (7),
               Jepang (11) maupun AS (12).

               "Dalam menyikapi kondisi tersebut untuk menekan angka pengangguran di
               Indonesia, pemerintah tengah mengupayakan berbagai hal. Salah satunya adalah
               pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat yang output dan manfaatnya adalah
               penyerapan tenaga kerja," ujar Chairul.

               Sedangkan Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK LIPI, Yan Rianto berharap
               melalui kegiatan business matching and industrial gathering, akan terbangun





                                                       Page 23 of 112.
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46