Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2019
P. 95
Ditegaskan Chairul, adanya bonus demografi, Indonesia memiliki potensi untuk
menjadi Indonesia maju sehingga pemerintah terus mengupayakan peningkatan
SDM melalui peningkatan ratio wirausaha. Peran masyarakat, swasta, perguruan
tinggi bersama pemerintah terus didorong untuk menurunkan angka pengangguran.
"Minat masyarakat menjadi Wirausaha perlu terus ditingkatkan agar tercipta
lapangan kerja baru dan peningkatan kesejahteraan. Program pelatihan
kewirausahaan terintegrasi memiliki tujuan akhir untuk menumbuhkan wirausaha-
wirausaha kreatif, produktif,inovatif dan berdaya saing," katanya.
Angka tingkat kewirausahaan Indonesia telah melampaui 2 persen dari populasi
penduduk sebagai syarat minimal suatu masyarakat menuju sejahtera. Namun
demikian, ratio wirausaha 3,10 persen tersebut, masih lebih rendah dibandingkan
dengan negara-negara lain; seperti Malaysia 5 persen, China 10), Singapura (7),
Jepang (11) maupun AS (12).
"Dalam menyikapi kondisi tersebut untuk menekan angka pengangguran di
Indonesia, pemerintah tengah mengupayakan berbagai hal. Salah satunya adalah
pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat yang output dan manfaatnya adalah
penyerapan tenaga kerja," ujar Chairul.
Sedangkan Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK LIPI, Yan Rianto berharap
melalui kegiatan business matching and industrial gathering akan terbangun
komunikasi dan kerja sama yang positif antara penyedia dengan pengguna
produk/teknologi.
Yan Rianto menambahkan business matching and industrial gathering merupakan
salah satu rangkaian kegiatn dan media promosi serta hilirisasi hasil-hasil penelitian.
"LIPI sebagai focal point Indonesia-China Technology Transfer Center (ICTTC) akan
melaksanakan kegiatan ASEAN Technology Transfer Center (CATCC) dan
KemenRistek Dikti dengan melibatkan lembaga penelitian, Pemda dan industri," kata
Yan.
(ujm/mul)
Page 77 of 112.

