Page 111 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 111

Title          PENGANGGURAN LULUSAN PERGURUAN TINGGI DAN SMK TERTINGGI DI KOTA BANDUNG
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      08 November 2019
                              http://rri.co.id/post/berita/744535/ekonomi/pengangguran_lulusan_pergu
               Page/URL
                              ruan_tinggi_dan_smk_tertinggi_di_kota_bandung.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung mengungkap kesalahan yang kerap dilakukan para
               pencari kerja. Hal itu berdampak terhadap angka pengangguran di Tanah Air.

               Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung Marsana menerangkan,
               saat ini pengangguran di Kota Bandung didominasi oleh lulusan SMK dan perguruan tinggi.
               Berdasarkan data, jumlah pengangguran yang berasal dari lulusan perguruan tinggi
               sebanyak 24.330 orang. Sementara yang dari lulusan SMK sebanyak 24.220 orang.

               "Itu menunjukkan bahwa walaupun kejuruan belum siap terjun langsung ke dunia usaha
               atau lapangan kerja. Link and match, artinya lulusan tidak sesuai dengan pangsa pasar,"
               ucap Marsana, di Balai Kota Bandung, Jumat (8/11/2019).

               Maka itu, pihaknya mengumpulkan SMK dan perguruan tinggi agar mulai bisa membaca
               pasar. Dirinya mencontohkan, bila di sebuah lingkungan banyak masyarakat yang terkena
               penyakit diabetes, kita menjual martabak manis, sudah pasti tidak akan laku.

               "Sehingga kami mendorong dinas pendidikan untuk membuat kurikulum (berbasis
               ketenagakerjaan) tersebut," cetus Marsana.

               Namun, Disnaker mengklaim angka pengangguran di Kota Bandung mengalami penurunan
               dan melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2018-2023, yakni 8,2
               persen. Pada 2018 angka pengangguran tercatat 8,44 persen, tahun ini turun menjadi 8,01
               persen.

               Kepala Disnaker Kota Bandung Arief Syaifudin menyatakan, meski sudah melampaui target,
               pihaknya tidak akan berpuas diri. Pasalnya, angka pengangguran tersebut berjalan dinamis
               atau tidak statis.

               "Bisa saja bertambah bukan hanya dari lulusan sekolah saja, tetapi tingkat urbanisasi juga,
               terlebih dengan kondisi bonus demografi. Istilahnya saat ini kita over atau kelebihan tenaga
               kerja, namun tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan," terangnya.

               Menghadapi bonus demografi yang 61 persennya merupakan tenaga kerja produktif, Arief
               menilai, akan berimbas pada persaingan ekonomi yang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat
               harus bisa mempersiapkan diri untuk bersaing bukan hanya di tingkat nasional saja.

               "MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) juga harus diwaspadai. Maka itu, selain memberikan
               pelatihan berbasis kompetensi, Disnaker pun memberikan berbasis kemasyarakatan, untuk
               mempersiapkan diri menjadi wirausaha baru," pungkas Arief.





                                                      Page 110 of 130.
   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116