Page 53 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 53
Title KBRI RIYADH BERHASIL BEBASKAN 210 WNI DI SAUDI DARI DENDA RP 23 M
Media Name detik.com
Pub. Date 09 November 2019
https://news.detik.com/berita/4777804/kbri-riyadh-berhasil-bebaskan-21 0-wni-di-saudi-
Page/URL
dari-denda-rp-23-m
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh berhasil
memperjuangkan pemutihan denda melebihi izin tinggal (overstay) bagi 210 warga
negara Indonesia (WNI). Bila diakumulasikan, denda bagi 210 orang itu sebesar RP
23 miliar.
Berdasarkan keterangan pers dari KBRI Riyadh, Sabtu (9/11/2019), denda untuk
satu orang berkisar SAR 15 ribu hingga SAR 30 ribu atau sekitar Rp 110 juta. Berkat
keberhasilan KBRI Riyadh meyakinkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, maka 210
WNI bebas dari denda tersebut.
"Jika ditotal denda 210 WNI tersebut mencapai sekitar 23 Milyar rupiah. Dengan
pertimbangan kemanusiaan dan latar belakang ekonomi, Pemerintah Arab Saudi
bersedia memutihkan denda tersebut dan memberikan izin keluar (exit permit)
untuk para WNI," tegas Duta Besar RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.
Pemutihan denda akan dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap para WNI itu.
Selanjutnya, KBRI akan memulangkan mereka ke Tanah Air.
Selain itu, Agus juga menjelaskan rumah singgah RUHAMA KBRI Riyadh makin
sesak melebihi daya tampung. Ada 203 orang per 30 Oktober 2019 di rumah
singgah. Mayoritas penghuni adalah WNI yang datang dengan visa
syarikah/perusahaan atau ziarah/kunjungan. Mereka semua menjadi korban TPPO
(Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan berbagai modus.
"Saya mendapatkan kafalah/sponsor dari syarikah/perusahaan dengan visa kerja
sebagai cleaning service ," ujar AA, WNI asal Jabar. Sebagai petugas kebersihan,
menurutnya, ia akan dipekerjakan di gedung-gedung pemerintah atau swasta
dengan jam kerja tertentu," kata Kordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh,
Raden Ahmad Arief.
Page 52 of 130.

