Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2019
P. 49
Ia mengingatkan pekerja migran Indonesia dapat meningkatkan kontribusi
remitansi kepada negara. Peningkatan itu bisa terjadi apabila pekerja migran
terampil, bersertifikat, dan memiliki kemampuan bahasa di negara penempatan.
"Asumsinya, dengan dengan jumlah penempatan PMI yang besar seharusnya
remitansi yang dihasilkan juga besar," jelasnya.
Sebagai pembanding, ia mengambil contoh Filipina yang mengandalkan pemasukan
utama dari sektor pekerja migran dengan kompetensi tinggi.
Dengan jumlah penduduknya lebih kecil dari Indonesia, nilai remitansinya setahun
mencapai US$24 miliar.
Apjati juga terus melakukan peningkatan kualitas PMI melalui Sistem Penempatan
Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi yang sudah berjalan saat ini. Selama delapan
tahun devisa Indonesia dari Timur Tengah menurun drastis karena tidak ada
penempatan PMI.
"Dengan pembukaan penempatan PMI ke Arab Saudi diharapkan akan
meningkatkan remitansi dari Arab Saudi. Selain itu, Apjati juga sedang menjalin
kerja sama dengan negeri Tiongkok di sektor pelaut, perikanan dan sektor
manufaktur dan lainnya," terangnya.
Sebagai informasi, Apjati mencatat remitansi atau layanan jasa pengiriman uang
dari luar negeri oleh pekerja migran Indonesia mencapai Rp218 triliun.
(Antara/sfr).
Page 48 of 130.

