Page 390 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 390

pekerja  PT  Semarang  Autocomp  Manufacture  Indonesia  (SAMI)  yang  terletak  di  Jalan  Raya
              Walisongo KM 9.8, Tugurejo, kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 September 2021.

              "Saya  baru  saja  menyaksikan  pembukaan  rekening  baru  oleh  Bank  BNI  bagi  teman-teman
              pekerja  di  PT  SAMI.  Saya  menyaksikan  langsung  teman-teman  yang  sudah  bisa  mengambil
              rekeningnya di ATM dan prosesnya kita lihat semua," ujar Menaker Ida dalam kunjungannya.

              Menurut Ida, pemberian BSU ini merupakan penyaluran program BSU 2021 tahap III. Tahap I
              dan II diberikan kepada pekerja yang memiliki rekening di Bank Himbara. Untuk tahap III dan
              seterusnya  akan  diberikan  kepada  pekerja  yang  tidak  memiliki  di  Bank  Himbara,  sehingga
              akhirnya dibukakan rekening baru Bank Himbara.

              "Mudah-mudahan BSU pada tahap III, IV dan V ini bisa lancar dan mampu diselesaikan paling
              cepat akhir September dan paling lama Oktober," ucap Ida.

              Usai di PT SAMI, ia menyaksikan kegiatan serupa di PT Inti Sukses Garmindo (ISG) di Harjosari,
              Bergas,  Kabupaten  Semarang.  Di  perusahaan  swasta  PMDN  ini,  Menaker  Ida  kembali
              menyaksikan  prosesi  dan  tahapan  aktivasi  pembukaan  rekening  kolektif  untuk  50  pekerja  di
              perusahaan.

              Sebagaimana di PT SAMI, pelaksanaan BSU memperlihatkan proses Know Your Customer (KYC)
              dan penyerahan buku tabungan serta ATM dari bank kepada pekerja. Tahap berikutnya, ada
              pencairan dana langsung ATM/Teller yang tersedia di mobile branch.

              Manajer Direktur PT SAMI, Matsushita mengatakan, meskipun dalam kondisi sulit pandemi saat
              ini, pihaknya tetap berkomitmen memberikan bantuan tidak langsung kepada karyawan dalam
              bentuk  investasi  penyiapan  infrastruktur  protokol  kesehatan  dan  menanggung  semua  biaya
              tracing, baik biaya rapid test maupun PCR test.

              "Selain  itu,  gaji  karyawan  tetap  dibayarkan  100  persen  pada  saat  penerapan  kebijakan
              pembatasan operasional perusahaan," ujar Matsushita. (*)

































                                                           389
   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395