Page 435 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 435

Selain itu pula Wagub menyatakan inovasi-inovasi ketenagakerjaan berupa aplikasi-aplikasi yang
              bisa  mempermudah  aksebilitas  informasi  ketenagakerjaan  yang  dibutuhkan  masyarakat  bisa
              lebih diperkuat dan dipertajam.

              Dengan cara ini masyarakat akan lebih cepat mendapatkan informasinya secara digital. Platform
              media-media social seperti FB, Instagram, Youtube bisa dimanfaatkan agar masyarakat secara
              luas dapat mengetahuinya informasi ketenagakerjaan.

              "Pola sosialisasi ini dirasa cukup efektip untuk meneruskan pesan-pesan ketenagakerjaan kepada
              masyarakat denghan informasi produktifp dan positif. Pola-pola komunikasi yang lebih instens
              juga harus terus dilakukan agar masyarakat mengetahui program kerja dan kesempatan kerja
              yang dibuka seluas-luasnya oleh pemerintah. Dan jika dibandingkan dengan pola pertemuan dari
              satu desa ke desa lain tapi tidak menemukan capaian yang diharapkan," ujar Ummi.

              Wagub  yang  juga  Rektor  Universitas  Hamzanwadi  Lombok  Timur  ini  mengingatkan  agar
              keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov NTB agar lebih didayagunakan dengan baik
              dan makin diperkuat agar tidak ditemukan BLK-BLK yang mati suri tanpa ada kegiatan/pelatihan
              kerja.


              BLK agar tetap dijadikan sebagai pusat pelatihan calon-calon tenaga kerja yang memiliki keahlian
              khusus sebelum terserap ke pasar kerja. Disnaker NTB harus membangun sinergi juga dengan
              SMK-SMK Kejruan di NTB untuk lebih mematangkan output/lulusannya dengan pembekalan yang
              lebih meningkat sebelum memasuki dunia kerja.

              Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gde Putu Aryadi, S.Sos, MH melaporkan,
              kondisi saat ini tingkat pengangguran terbuka (TPT) di NTB masih di angka 109.700 (3,9 %).
              Meningkatnya kerja paruh waktu (bekerja kurang dari 35 jam seminggu) 31,71% tahun 2021,
              tahun 2020 sebesar 23,43 % (feb.2020), 27,22 % (Agts. 2020).

              Adapun program strategis yang dilakukan yakni Revitalisai BLK (Pepadu Plus, MTU, pemagangan,
              WUB),  Zero  unprosedural  migran,  AKAD/  AKL,  Pemberdayaan  PMI  purna  dan  perlindungan
              jaminan sosial bagi pekerja rentan.




























                                                           434
   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439   440