Page 439 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 SEPTEMBER 2021
P. 439
KEMNAKER TERUS BERUPAYA TURUNKAN ANGKA PENGANGGURAN, INI
STRATEGINYA
Suara.com - Pengangguran merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan
melalui berbagai kebijakan, baik pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari pihak
swasta. Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) terus berupaya mengurangi angka
pengangguran dengan melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam
memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan meningkatkan infrastruktur yang berbasis
komunitas.
"Upaya mengatasi pengangguran ini menjadi hal yang penting di tengah terpuruknya kondisi
perekonomian akibat pandemi Coid-19 dan mencegah munculnya masalah sosial masyarakat,"
kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, saat memberikan arahan pada kegiatan
Rekonsiliasi Data Penempatan Tenaga Kerja BKK/LPK/Disnaker Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun
2021 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (2/9/2021).
Ia menjelaskan, revolusi industri 4.0 saat ini, memaksa terjadinya perubahan dalam
perkembangan teknologi digital pada semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan.
Perubahan tersebut harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga
kerja. "Bisa dikatakan, sektor-sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap
pertumbuhan secara nasional maupun domestik," kata Anwar.
Survei dari Sakernas BPS per Februari 2021, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebanyak
139,81 juta jiwa (68,08%), dengan penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang
(93,74%), sementara jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta jiwa (6,26%).
Jumlah angkatan kerja yang terdampak Covid-19 pada sektor ketenagakerjaan sekitar 19,10 juta
orang, di mana sebanyak 1,62 juta orang merupakan pengangguran yang Bukan Angkatan Kerja
(BAK) karena Covid-19; sebanyak 0,65 juta orang tidak bekerja karena Covid-19 sebanyak 1,11
juta orang; dan penduduk yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 sebanyak
15,72 juta orang.
Dampak pandemi Covid-19 ini diprediksi ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti
bekerja dan 10 juta lainnya pendapatan menurun lebih dari 40%.
Selain itu, adanya pertambahan jumlah angka pengangguran pada angkatan kerja usia muda
disebabkan berbagai faktor, seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan
mereka; kurangnya pengetahuan dan keahlian terhadap lowongan pekerjaan.
"Ini merupakan tantangan yang berat bagi ketenagakerjaan di Indonesia meskipun
meningkatnya jumlah pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia," ucap
Anwar.
Ia menambahkan, menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dalam mengurangi angka
pengganguran, perlu keterlibatan semua lembaga terkait.
"Adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, serta lembaga penempatan
tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja untuk mengurangi angka
pengangguran," katanya.
438

