Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 JANUARI 2020
P. 46
Title TKI ASAL TRENGGALEK TERANCAM HUKUMAN MATI DI MALAYSIA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 08 Januari 2020
https://www.antaranews.com/berita/1241299/tki-asal-trenggalek-terancam -hukuman-
Page/URL
mati-di-malaysia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Trenggalek, Jatim - Seorang tenaga kerja wanita Indonesia asal Kabupaten
Trenggalek, Jawa Timur tengah terancam hukuman mati di negeri jiran, Malaysia
karena tuduhan membunuh bayinya sendiri yang baru dilahirkan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Trenggalek, Nanang
Budiaharto, Rabu membenarkan kabar tersebut dan menyatakan kasus tersebut
saat ini masih dalam proses persidangan dan sudah ditangani Konsulat Jenderal RI
di Johor, Malaysia.
"Kabar itu memang betul adanya, dimana salah satu warga Trenggalek, (berjenis
kelamin) perempuan terancam hukuman mati di Malaysia sana karena membunuh
bayinya sendiri," kata Nanang saat dikonfirmasi awak media.
Ia enggan menyebut detil nama dan alamat buruh migran Indonesia dimaksud
demi alasan melindungi privasi keluarga, serta menjaga 'suasana' seiring proses
hukum yang masih berjalan.
Nanang memastikan Pemkab Trenggalek telah berusaha melakukan advokasi
dengan menyurati KJRI di Johor Baru, Malaysia demi memastikan LS mendapat
perlindungan hukum dan mendapat keringanan hukuman.
Menurut keterangan Nanang, surat resmi yang dilayangkan Pemkab Trenggalek
telah dijawab oleh KJRI di Johor Baru, Malaysia dan diterangkan bahwa LS telah
didampingi kantor hukum di Malaysia, Go IN Azzuro.
"Dan secara otomatis tanpa dikenai biaya. Kantor hukum tersebut juga siap
mendampingi secara hukum maupun secara kekonsuleran," papar Nanang.
LS merupakan perempuan muda asal Tugu, Trenggalek. Dia disebut Nanang,
berangkat kerja ke Negeri Jiran Malaysia sebagai buruh migran yang resmi (legal).
Menggunakan jasa perusahaan jasa pengerah tenaga kerja dan terdaftar resmi di
Dispernaker Trenggalek. Ia berangkat pada 2016 dengan masa kontrak kerja tiga
(3) tahun.
Page 45 of 68.

