Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 136
Title 12 JUTA PEKERJA INDUSTRI PETERNAKAN AYAM TERANCAM PHK
Media Name republika.co.id
Pub. Date 06 April 2020
https://republika.co.id/berita/q8d1mt368/12-juta-pekerja-industri-pete rnakan-ayam-
Page/URL
terancam-phk
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Wabah covid-19 yang mulai menjangkiti negara Indonesia sejak bulan Februari
berdampak buruk bagi perekonomian negara. Menurut Ketua Perkumpulan Peternak
Agro Makmur Farm, Deki Neriawan, salah satu usaha yang terimbas Covid-19 ini
adalah peternakan ayam.
Berdasarkan survei pasar, harga daging ayam dipasar basah berkisar antara Rp 30
ribu hingga Rp 35 ribu/ kg Karkas. Namun, harga ayam dari kandang per tanggal 3
April 2020 hanya berkisar antara Rp 5.500 sampai Rp 8.000 / kg diwilayah pulau
Jawa.
"Tentu ini menjadi pukulan telak bagi peternak rakyat. Karena, harga pokok
produksi perkilo daging berkisar antara Rp 18 ribu sampai dengan Rp 19 ribu," ujar
Deki kepada wartawan dalam Diskusi terkait Dampak Covid-19 pada Peternakan
yang digelar melalui online, Senin (6/4).
Deki mengatakan, jika kondisi ini berlanjut sampai 2 pekan kedepan, maka bisa
dipastikan seluruh peternak rakyat akan gulung tikar. Kondisi tersebut, akan diikuti
gelombang PHK secara besar. Berdasarkan hitungannya, pekarja di peternakan
rakyat ini melibatkan 12 juta karyawan.
"Sebagian besar pelaku usaha perunggasan skala rakyat memandang pemerintah
tidak bersikap bijak pada usaha perunggasan dan terkesan tutup mata dalam
menghadapi gejolak ekonomi sektor pangan tersebut," katanya.
Kondisi ini, kata dia, diperparah dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala
Besar (PSSB) sejak Maret lalu tanpa diimbangi solusi yang berpihak pada rakyat
secara umum dan pelaku usaha perunggasan secara khususnya. Menurut dia, salah
satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memasukan livebird dan karkas ayam
sebagai program kartu sembako untuk masyarakat terdampak covid-19. Hal ini bisa
dilakukan dengan kerja sama pada peternak rakyat melalui harga acuan permendag
No 7/2020.
"Pemerintah tutup mata. Disituasi seperti ini seharusnya pemerintah hadir diantara
peternak dan masyarakat (konsumen) agar peternak mampu bertahan dan
masyarakat pun tercukupi kebutuhan gizinya," katanya.
Page 135 of 193.

