Page 155 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 155
Kalau dulu, biaya peningkatan untuk kompetensi itu lebih besar, insentifnya kecil.
Sekarang dibalik, insentifnya lebih besar selama 4 bulan diberikan insentif,
kemudian biaya pelatihannya atau kompetensinya lebih kecil," jelasnya.
Ida menambahkan, pihaknya sedang mengkaji pelatihan-pelatihan secara online dan
mulai melakukan pendataan lembaga-lembaga yang ingin terlibat melatih tenaga
kerja melalui online serta jumlah tenaga kerja yang akan divokasi.
"Yang dilakukan Kemenaker, kita berkoordinasi dengan dinas tenaga kerja untuk
mengidentifikasi tadi. Kami juga koordinasi dengan serikat pekerja dan minta data
ke mereka dan teman-teman perusahaan, mengidentifikasi pekerja," ujarnya.
*Kartu Pra Kerja Sasar Pekerja Imigran*
Pekerja imigran juga tak luput dari penerima manfaat program Kartu Pra Kerja
tersebut. Sebab, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang harus di pulangkan ke
negara asal ini mau tak mau selama adanya wabah virus corona tak mendapatkan
upah.
"Tetapi karena kondisi lockdown di Malaysia misalnya maka mereka termasuk yang
kita identifikasi untuk mendapatkan manfaat program Kartu Pra Kerja ini," ucapnya.
Pekerja Migran
Sementara itu, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine
Kosijungan mengatakan, pemerintah perlu memikirkan skema bantuan untuk khusus
untuk para pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air. Hal ini penting untuk
membantu finansial mereka.
Selain mempertimbangkan untuk membuat skema bantuan, pemerintah juga dapat
mengintegrasikan mereka ke dalam skema bantuan yang saat ini tengah diupayakan
mengatasi permasalahan sosial-ekonomi sebagai dampak dari penyebaran Covid-19.
"Pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air ini termasuk golongan yang rentan,
baik secara kesehatan maupun keuangan. Mereka perlu mendapatkan penanganan
secara kesehatan untuk memastikan status kesehatannya dan juga secara finansial
supaya mereka tetap bisa berdaya secara ekonomi," jelas Pingkan.
Melansir data yang dikeluarkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
(BP2MI), setidaknya terdapat arus balik dari pekerja migran yang berasal dari 85
negara penempatan yang jumlahnya mencapai 33.503 orang per 29 Maret 2020.
Menurut CIPS, para pekerja imigran ini kembali tanpa pekerjaan dan pendapatan.
Angka ini diproyeksikan akan mencapai lebih dari 37.000 dengan memperhitungkan
data pekerja migran yang akan habis masa kontrak kerjanya dalam waktu dekat.
Page 154 of 193.

