Page 45 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 45

Title          162.416 PEKERJA JADI KORBAN PHK IMBAS CORONA
               Media Name     okezone.com
               Pub. Date      06 April 2020
                              https://nasional.okezone.com/read/2020/04/06/337/2194685/162-416-peker ja-jadi-
               Page/URL
                              korban-phk-imbas-corona
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               JAKARTA  - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendata ada sekira
               162.416 pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau
               dirumahkan oleh masing-masing perusahaannya, sebagai imbas dari mewabahnya
               virus corona (Covid-19). Data tersebut diterima KSPI dari Dinas Tenaga Kerja,
               Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta.

               "Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta,
               terdapat 162.416 pekerja telah melapor di-PHK dan dirumahkan," kata Ketua
               Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S Cahyono melalui pesan
               singkatnya kepada  Okezone  , Senin (6/4/2020).

               Adapun, rincian 162.416 pekerja tersebut yakni, sejumlah 30.137 pekerja di-PHK,
               dan sebanyak 132.279 lainnya dirumahkan tanpa upah. Jumlah itu, kemungkinan
               akan terus bertambah jika tidak ada upaya yang serius dari pemerintah.


               "Bisa saja di DKI akan ada penambahan jumlahnya pekerja yang di PHK dari
               perusahaan garmen dan tekstil yang ada di wilayah Pulogadung, Cakung, Cilincing,
               hingga Marunda. Apalagi juga ada kabar, di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa
               Barat, saat ini sudah ribun orang buruh ter-PHK," terang Kahar.

               "Baru-baru ini Disnakertrans Jawa Barat menyampaikan, sebanyak 40.433 pekerja
               dirumahkan dan 3.030 pekerja terkena PHK," sambungnya.


               Saat ini, kata dia, ada dua ancaman serius yang dihadapi kaum buruh. Pertama,
               potensi hilangnya nyawa buruh karena masih diharuskan bekerja dan tidak
               diliburkan ketika yang lain melakukan physical distancing. Sedangkan yang kedua,
               adalah darurat PHK yang akan mengancam puluhan hingga ratusan ribu buruh

               "Oleh karena itu, Ini adalah saat yang tepat untuk menurunkan biaya produksi dari
               perusahaan swasta tersebut, dengan meliburkan buruh dengan tetap membayar
               upah penuh. Supaya produksi tetap jalan, bisa libur bergilir. Sehingga ada
               penghematan listrik, katering, dan sebagainya,  Toh  omset juga sedang turun,"
               tekannya..







                                                       Page 44 of 193.
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50