Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 50
Adapun poin dalam surat edaran itu, kata Fahmi, perusahaan dapat memberikan
dispensasi tidak masuk kerja kepada pekerja yang bersatus orang dalam
pemantauan (ODP) selama 14 hari ditunjukkan dengan surat keterangan dokter.
"Untuk pekerja yang harus diisolasi atau karantina karena suspect COVID-19
upahnya harus tetap dibayar penuh selama menjalani masa tersebut," katanya.
Lalu, jika pekerja tersebut dinyatakan positif COVID-19 dan harus menjalani
perawatan intensif maka upahnya harus tetap dibayarkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
"Jika perusahaan tersebut tidak dapat melanjutkan kelangsungan usahanya terkait
masalah ini maka perubahan besaran maupun cara pembayaran pekerja dilakukan
dengan cara kesepakatan antara perusahaan dan pekerja," katanya.
Selain itu, para pekerja yang terdampak PHK ini juga sedang didata dan akan
dimasukkan ke dalam usulan penerima kartu pra kerja, datanya sendiri sudah dan
sedang dikirim secara berjenjang melalui Disnakertrans Provinsi Sumsel untuk
kemudian diteruskan ke Kemenaker RI.
Sementara itu, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan
(Sumsel) mencatat ada enam hotel di Sumatera Selatan, yang tutup operasional
sementara karena sepi pengunjung dampak dari COVID-19.
Ketua PHRI Sumsel Herlan Aspiuddin, mengatakan dari enam hotel, empat di
antaranya berada di Palembang. Yaitu Hotel Santika Premiere, Sanjaya, Rajawali,
dan Shofa Marwah. Sementara dua lainnya adalah Hotel Dafam di Lubuklinggau dan
Hotel Dewi Martapura di OKU Timur.
"Selain dari enam hotel itu, ada 3 hotel lainnya yang melakukan sistem buka tutup.
Terkait masalah karyawan manajemen hotel melakukan kebijakan untuk
merumahkan sementara, atau cuti di luar tanggungan," katanya. ( jrs ) News
COVID-19 PHK Sumatera Selatan Palembang 1001 media online Kabar Daerah
Berita Sumsel2020 (c) PT Dynamo Media Network Version 1.1.175.
Page 49 of 193.

