Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 55

perusahaan akan kesulitan menaikkan harga jual. Ini akan membuat perusahaan
               rugi yang mengancam kelangsungan pekerjaan," kata Iqbal.


               Ketiga, menurunnya kunjungan wisatawan ke Indonesia.

               Said mengatakan, sejak awal, industri pariwisata sudah terpukul.

               Seperti pengunjung hotel, restoran, tempat-tempat wisata, bandara, pelabuhan,
               sudah menurun drastis akibat pandemi virus corona.


               Akibatnya, banyak pekerja yang sudah kena PHK.

               "Saat ini ada kekhawatiran, dalam waktu dekat akan terjadi PHK besar-besaran di
               industri pariwisata," terang dia.

               Keempat, anjloknya harga minyak dan indeks saham gabungan.

               Menurut Said, akibat minyak dunia yang anjlok, pendapatan Indonesia dari ekspor
               minyak mentah juga akan turun.

               "Sebagai catatan, harga minyak mentah dunia jatuh ke level US$ 30 per barel, jauh
               dari asumsi harga minyak Indonesia atau ICP dalam Anggaran Pendapatan dan
               Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar US$ 63 per barel," tutur Said.

               Dengan begitu, situasi ini menyebabkan APBN tidak terealiasi. Maka bantuan sosisal
               akan kurang karena pendapatan negara bekurang.

               Karena faktor itu, Said khawatir biaya untuk menanggulangi corona pun akan
               berkurang.


               "Keempat faktor itulah yang menyebabkan banyaknya terjadi PHK. Sepinya industri
               pariwisata, misalnya, menyebabkan sektor perhotelan, restoran, perdagangan,
               hingga jasa penunjang pariwisata terpukul dan mengurangi karyawan," ungkap dia.

               Said menambahkan, apabila situasi ini tak kunjung diselesaikan, maka dalam dua
               bulan ke depan industri otomotif, komponen otomotif, komponen elektronik, tekstil,
               garmen, dan sepatu juga bakal melakukan efisiensi karyawannya.


               Seperti perusahaan garmen dan tekstil yang ada di DKI Jakarta yang meliputi
               wilayah Pulogadung, Cakung, Cilincing, hingga Marunda.


               Said juga mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan adanya PHK massal
               yang terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.


               "Baru-baru ini Disnakertrans Jawa Barat memyampaikan, sebanyak 40.433 pekerja
               dirumahkan dan 3.030 pekerja terkena PHK," tegas Said Iqbal.

               Diberitakan, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta telah
               menutup pendaftaran Kartu Prakerja bagi pekerja yang terkena pemutusan




                                                       Page 54 of 193.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60