Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 52
Title BARU KENA PHK? BISA DAFTAR KARTU PRA KERJA
Media Name kompas.com
Pub. Date 06 April 2020
https://money.kompas.com/read/2020/04/06/105344326/baru-kena-phk-bisa- daftar-
Page/URL
kartu-pra-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk mempercepat realisasi program
Kartu Pra Kerja 2020 secara nasional. Hal ini dilakukan untuk mengatasi potensi
banyaknya pemutusan hubungan kerja ( PHK) imbas wabah virus corona (Covid-
19).
Pelaksanaan dan penyesuaian fokus dari Program Kartu Pra Kerja tersebut akan
dipercepat sebagai salah satu langkah implementasi Instruksi Presiden (Inpres)
Nomor 4 Tahun 2020 tentang Re-focusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta
Pengadaan Barang dan Jasa untuk Percepatan Penanganan Coronavirus Disease
2019 (Covid-19).
Selain itu, tujuannya juga untuk memberi perlindungan sosial dan menanggulangi
dampak negatif dari wabah Covid-19 terhadap perekonomian nasional.
Dikutip dari keterangan resminya, Senin (6/4/2020), Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo,
Program Kartu Pra Kerja kini telah disesuaikan.
Tak hanya diutamakan bagi pekerja dan pencari kerja muda, namun juga mereka
yang terkena dampak langsung dari kejadian luar biasa Covid-19.
"Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 20 triliun untuk hal ini. Kami
berharap program ini dapat membantu daya beli para pekerja serta pelaku usaha
mikro dan kecil yang mengalami penurunan pendapatan dan/atau kehilangan mata
pencaharian," jelas Airlangga.
Besaran insentif
Terbaru, pemerintah memutuskan menambah anggaran Program Kartu Pra Kerja
dari semula Rp 10 triliun, menjadi Rp 20 triliun. Nilai manfaat yang diterima peserta
juga akan meningkat. Masing-masing bakal mendapatkan Rp 3.550.000 selama
menjalani program tersebut.
Jika dirinci, insentif tersebut meliputi biaya bantuan pelatihan sebesar Rp 1.000.000
yang tak bisa dicairkan (hanya untuk biaya pelatihan), lalu insentif penuntasan
pelatihan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan (jika sudah
menyelesaikan pelatihan), dan insentif survei kebekerjaan sebesar Rp 150.000.
Page 51 of 193.

