Page 99 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 APRIL 2020
P. 99
Title TERDAMPAK COVID-19, PEKERJA MIGRAN PERLU DAPAT BANTUAN KHUSUS
Media Name beritasatu.com
Pub. Date 06 April 2020
https://www.beritasatu.com/ekonomi/617337/terdampak-covid19-pekerja-mi gran-perlu-
Page/URL
dapat-bantuan-khusus-
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan
menilai pemerintah perlu memikirkan skema bantuan khusus untuk para pekerja
migran yang baru kembali ke Indonesia.
Menurutnya, hal ini penting untuk membantu kelangsungan hidup mereka secara
finansial. Melansir data yang dikeluarkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP2MI), setidaknya terdapat arus balik dari pekerja migran yang berasal
dari 85 negara penempatan yang jumlahnya mencapai 33.503 orang per 29 Maret
2020.
Selain mempertimbangkan untuk membuat skema bantuan, pemerintah menurutnya
juga dapat mengintegrasikan mereka ke dalam skema bantuan yang saat ini tengah
diupayakan mengatasi permasalahan sosial-ekonomi sebagai dampak dari
penyebaran Covid-19.
Apalagi untuk saat ini para pekerja migran belum dimasukkan ke dalam daftar
penerima kartu Prakerja.
"Pekerja migran yang baru kembali ke Tanah Air ini termasuk golongan yang rentan,
baik secara kesehatan maupun keuangan. Mereka perlu mendapatkan penanganan
secara kesehatan untuk memastikan status kesehatannya dan juga secara finansial
supaya mereka tetap bisa berdaya secara ekonomi," kata Pingkan dalam keterangan
resminya yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/4/2020).
Pingkan menambahkan, meningkatnya jumlah negara-negara yang terjangkit Covid-
19 juga berimbas pada keberlanjutan hidup para pekerja migran Indonesia (PMI) di
negara-negara penempatan.
Secara bergelombang, mereka kembali ke Indonesia dikarenakan adanya
pemberlakuan karantina oleh negara tempat mereka bekerja.
Di sisi lain, kembalinya para pekerja migran ke Tanah Air juga dipastikan akan
memengaruhi nilai remitansi yang akan diterima oleh Indonesia.
Lima negara tujuan kerja para pekerja migran dengan jumlah remitansi terbesar di
tahun 2019 yaitu Arab Saudi dengan $3.803 juta dolar AS, Malaysia dengan $3.252
juta dolar AS, Taiwan dengan $1.574 juta dolar AS, Hong Kong dengan $1.229 juta
dolar AS dan Singapura dengan $355 juta dolar AS. Kebijakan lockdown yang
Page 98 of 193.

