Page 528 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 528
nanti pada saatnya gubernur akan menetapkan. Namun, simulasinya secara nasional itu
kenaikannya 1,09%," ujar Ida dalam konferensi pers, Selasa (16/11).
Nantinya, besaran UMP setiap daerah akan ditentukan oleh gubernur daerah dan disesuaikan
dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Aturan tersebut, merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang
Cipta Kerja.
Menurut Ida, acuan ini berfungsi untuk mengurangi kesenjangan upah minimum sehingga
terwujud keadilan upah antar wilayah.
"Keadilan antar wilayah ini, sekali lagi dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah
tangga di masing-masing wilayah," tutur Ida.
Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) memprotes
keputusan pemerintah terkait kenaikan UMP 2022.
Menurut Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat, isi dari PP No. 36/2021 bertentangan dengan
UU No. 11/2020.
Di dalam UU Cipta Kerja, kenaikan upah minimum dihitung hanya berdasarkan variabel
pertumbuhan ekonomi atau inflasi (bukan akumulasi).
Namun, di dalam PP No.36/2021, ada tambahan formula baru yang ditetapkan sepihak oleh
pemerintah dan tidak diatur dalam UU Cipta Kerja, yaitu penyesuaian nilai upah minimum
ditetapkan dalam rentang nilai batas atas dan batas bawah.
Nilai batas atas upah minimum, dihitung berdasarkan rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata
banyaknya anggota rumah tangga, dan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga yang bekerja
pada setiap rumah tangga.
Sementara itu, nilai batas bawah upah minimum dihitung dari batas atas upah minimum dikalikan
50%.
Formula baru rentang nilai batas atas dan batas bawah dalam PP No. 36 tahun 2021 inilah yang
membuat kenaikan upah minimum 2022, hasilnya justru di bawah inflasi ataupun pertumbuhan
ekonomi.
Mirah menjelaskan, berdasarkan PP No. 36 tahun 2021, kenaikan UMP 2022 tertinggi adalah di
DKI Jakarta menjadi sebesar Rp4.453.724 dari sebelumnya tahun 2021 sebesar
Rp4.416.186,548, atau hanya naik sebesar Rp37.538.
Sementara itu, kenaikan terendah UMP tahun 2022 adalah DIYawa Tengah menjadi sebesar
Rp1.813.011, atau hanya naik sebesar Rp 14.032 dibanding UMP tahun 2021 sebesar
Rp1.798.979,00.
Secara keseluruhan, kenaikan UMP tahun 2022 tertinggi hanya sebesar Rp37.538 dan kenaikan
terendah adalah hanya naik Rp14.032.
"Untuk itu, pemerintah perlu meninjau ulang kenaikan UMP di tengah daya beli masyarakat yang
rendah," tutup Mirah.
527

