Page 534 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 534

"Tanpa mengukur elemen-elemen tersebut, saya yakin produktivitas yang diukur hanya akan
              berdasarkan subyektivitas belaka. Ingatlah, saat kita menilai hanya berdasarkan subyektivitas,
              hasilnya pasti akan dipertanyakan banyak pihak," katanya.

              Wapres pun memberikan penghargaan kepada Kemenaker yang telah memprakarsai pemberian
              penghargaan  kepada  pemerintah  daerah  (provinsi  dan  kota/kabupaten),  tempat  banyak
              perusahaan penerima Paramakarya 2021 berlokasi.

              "Pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah adalah bukti bahwa Kemenaker menyadari
              peran  penting  pemerintah  sebagai  regulator  dan  fasilitator  dalam  meningkatkan  unsur
              produktivitas," ujarnya.

              Dia mengatakan melalui pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah, Kemenaker ingin
              meyakinkan semua pihak bahwa peningkatan produktivitas berjalan seiring atau simultan dengan
              peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, termasuk di dalamnya penurunan angka pengangguran
              serta peningkatan kualitas keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
              "Sekali  lagi,  saya  mengucapkan  selamat  kepada  34  perusahaan  yang  berhak  mendapatkan
              anugerah  Paramakarya  dan  pemerintah  daerah  (provinsi  dan  kabupaten/kota)  yang  telah
              menyumbang peningkatan produktivitas. Anda semua telah menyumbang peningkatan angka
              produktivitas nasional, " katanya.
              Di  kesempatan  yang  sama,  Menaker  Ida  Fauziyah  mengungkapkan  penganugerahan
              Paramakarya  tahun  2021  ini  adalah  penganugerahan  penghargaan  produktivitas  yang  ke-11
              kalinya.

              Ida  mengatakan  Paramakarya  yang  berarti  karya  unggul  ini  merupakan  bentuk  kepedulian
              pemerintah  yang  diberikan  kepada  perusahaan  yang  berhasil  meningkatkan  dan
              mempertahankan  tingkat  produktivitasnya  selama  tiga  tahun berturut-turut  dari  tahun  2018,
              2019, dan 2020. yang berarti karya unggul ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang
              diberikan  kepada  perusahaan  yang  berhasil  meningkatkan  dan  mempertahankan  tingkat
              produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2018, 2019, dan 2020.

              "Tanggung  jawab  perusahaan  yang  tercermin  dari  komitmen,  konsistensi  dan  kontinuitas
              karyawan dan manajemen perusahaan untuk terus berupaya meningkatkan produktivitas, dan
              menjadikan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, kualitas dan ramah lingkungan menjadi budaya
              dalam berproduksi, perlu kiranya terus dipacu dan dihargai," kata Ida.

              Ida  menegaskan  penilaian  performa  dan  kinerja  perusahaan  yang  menggunakan  Malcolm
              Baldrige  Criteria  seperti:  kepemimpinan;  perencanaan  strategis;  fokus  pada  sumber  daya
              manusia;  fokus  pada  pelanggan;  data,  informasi  dan  analisis;  manajemen  proses;  dan  hasil
              usaha ditambah satu kriteria baru yakni produktivitas merupakan elemen penting yang perlu
              diukur.

              Dia  menilai  delapan  kriteria  tersebut  bertujuan  agar  Paramakarya  di  Indonesia  dapat
              disandingkan dan disetarakan dengan kegiatan sejenis di negara lain "Penilaian dilakukan melalui
              tiga tahapan, yaitu penilaian mandiri oleh perusahaan (self assessment), penilaian oleh auditor,
              dan penilaian oleh dewan juri," katanya.

              Perusahaan-perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya, sebagaimana yang hadir
              pada  saat  ini,  dikatakan  Ida,  perlu  dipacu  terus  dan  ditularkan  ke  perusahaan  lainnya  agar
              jumlahnya semakin banyak dan menyebar sampai ke pelosok Indonesia.

              "Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing harus digelorakan kembali, dan
              bukan  hanya  oleh  dunia  usaha,  tetapi  dunia  pendidikan,  institusi  pemerintah  dan  organisasi

                                                           533
   529   530   531   532   533   534   535   536   537   538   539