Page 662 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 662

Kendati sampai detik ini belum ada penetapan, tetapi rumor soal kenaikan yang hanya 1,01
              persen alias Rp29 ribu per bulan mendapat ragam tanggapan dari pegawai.
              Rata-rata dari mereka sepakat meminta kenaikan lebih dari angka 1,01 persen. Sebab beberapa
              tahun ke belakang, kenaikan UMP 2022 dinilai sangat rendah.

              "Kalau  bisa naiknya  10 persen,  seperti  tahun-tahun  sebelumnya,"  kata Ariyani  (29)  pegawai
              swasta di Banjarmasin kepada, Kamis (18/11).

              Bukannya tidak bersyukur, tapi, kata dia, jika dihitung-hitung per harinya kenaikan UMP tahun
              depan hanya kurang lebih Rp 900.

              "Mungkin  mentok  hanya  bisa  beli  masker  satu  boks.  Mending  gak  usah  naik  sekalian,"
              singgungnya.

              Hal  senada  juga  diungkapkan  seorang  pegawai  swasta  di  Kabupaten  Banjar  yang  enggan
              disebutkan namanya. Menurutnya, kenaikan UMP secuil tersebut seakan tak jadi apa-apa.

              "900 rupiah per hari bisa buat apa? Sedangkan di masa pandemi ini kebutuhan hidup bertambah,
              ambil contoh masker misalnya," tuturnya.

              Meski  kebijakan  berada  di  tangan  Kementerian  Ketenagakerjaan,  dia  berharap  Pemprov
              khususnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor bisa turut campur tangan. Sebab setahu dia, keputusan
              akhir penetapan nominal UMP 2022 memang berada di tangan gubernur.

              "Ya paling tidak naiknya 10 persenan," harapnya.

              Sebelumnya, kritik kenaikan upah minimum provinsi yang hanya secuil ini datang lebih dulu dari
              Aliansi Pekerja Buruh Banua.

              Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Yoeyoen Indharto, menilai
              kenaikan UMP 1,01 persen merupakan yang paling buruk sejak 40 tahun terakhir.

              Aliansi Pekerja Buruh Banua pun juga meminta Pemprov Kalsel turun tangan. Gubernur Sahbirin
              Noor ditantang untuk berani ambil keputusan yang pro terhadap buruh.

              Tunggu  Tandatangan  Gubernur  Upah  minimum  provinsi  di  Kalimantan  Selatan  tahun  depan
              dipastikan ada kenaikan. Kendati begitu Pemerintah Provinsi Kalsel belum mau membocorkan
              berapa nominalnya.

              Sebelumnya Pemprov Kalsel bersama pihak terkait termasuk aliansi buruh dan DPRD setempat
              menggelar rapat pleno penetapan UMP 2022. Namun, berita acara hasil rapat pleno tersebut
              belum dibuat.

              Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Kalsel,  Siswansyah,  menyebut
              nominal UMP 2022 masih menunggu tandatangan Gubernur Sahbirin Noor.

              Pada 20 November nanti, kata dia, nominal UMP yang baru untuk tahun depan harus sudah
              diketahui angkanya.

              "Karena tanggal 20 itu hari Minggu, jadi baru bisa diumumkan pada 19 November 2021 nanti,"
              ucapnya saat dihubungi, Rabu (17/11).

              Siswansyah juga masih enggan membocorkan angkanya. Dia bersikukuh bahwa nominal UMP
              2022 akan diumumkan bila sudah ada persetujuan gubernur.


              "Kita tidak boleh membocorkan dulu karena belum ditandatangani gubernur," ujarnya.
                                                           661
   657   658   659   660   661   662   663   664   665   666   667