Page 667 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 667
Judul Buruh Jatim Ancam Mogok Massal Lantaran UMP Hanya 1,2 Persen
Nama Media petisi.co
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://petisi.co/buruh-jatim-ancam-mogok-massal-lantaran-ump-
hanya-12-persen/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-18 09:38:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 7.500.000
News Value Rp 22.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Buruh Jawa Timur mengancam akan melancarkan aksi mogok massal pada bulan Desember
2021. Aksi tersebut merupakan respon kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur
Tahun 2022, yang hanya mencapai 1,2 persen. Kenaikan itu, sesuai dengan Surat Edaran Menteri
Ketenagakerjaan RI No. B-M/383/HI.01.00/XI/2021, mengenai Penyampaian Data
Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022.
BURUH JATIM ANCAM MOGOK MASSAL LANTARAN UMP HANYA 1,2 PERSEN
SURABAYA, PETISI.CO - Buruh Jawa Timur mengancam akan melancarkan aksi mogok massal
pada bulan Desember 2021. Aksi tersebut merupakan respon kenaikan Upah Minimum Provinsi
(UMP) Jawa Timur Tahun 2022, yang hanya mencapai 1,2 persen.
Kenaikan itu, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan RI No. B-
M/383/HI.01.00/XI/2021, mengenai Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan
Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022.
Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Jawa Timur (FSPMI Jatim),
Nuruddin Hidayat mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bakal akan melakukan aksi mogok
kerja secara serentak.
"Buruh Jatim mengancam mogok kerja serentak pada awal Desember 2021 mendatang," ungkap
Nuruddin saat dikonfirmasi, Kamis (18/11/2021).
Nuruddin mengungkapkan, aksi mogok kerja itu, untuk merespon kenaikan UMP Jatim 2022 yang
diperkirakan hanya menyentuh angka 1,2 persen, atau apabila diuangkan senilai Rp 22.700.
"Kenaikan UMP yang hanya 1,2% dibawah inflasi Provinsi Jatim yang sebesar 1,92% ini artinya
upah buruh tergerus inflasi yang mengakibatkan daya beli buruh menurun," ujarnya.
Pihaknya mendesak supaya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa tidak mengikuti SE
Menteri Ketenagakerjaan. Sebab, dia yang mengerti kondisi ekonomi daerah yang dipimpinnya.
666

