Page 668 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 NOVEMBER 2021
P. 668

"Gubernur yang mengetahui kondisi ekonomi wilayahnya masing-masing. Ini artinya Gubernur
              tidak harus mengikuti SE Menaker yang menyesatkan dan memiskinkan buruh tersebut," kata
              Nuruddin.

              Hal tersebut, lanjutnya, karena berdasarkan data yang dihimpun FSPMI, seharusnya UMP Jatim
              2022, naik sebesar 13 persen. Hal tersebut agar para buruh dapat memenuhi kebutuhan hidup
              yang semakin naik.

              "Angka  13  persen  tersebut  didapat  dari  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2021  Quartal  2  Jatim
              sebesar  7,07  persen  dan  asumsi  pertumbuhan  ekonomi  tahun  2022  sebesar  5,8  persen,"
              paparnya.

              Ia menyatakan, apabila Khofifah tetap menuruti SE Menteri Ketenagakerjaan, mogok kerja tidak
              dapat  dielakkan.  Sebab,  Pemerintah  Provinsi  Jatim  juga  sempat  berjanji  bakal
              mempertimbangkan kenaikan UMP yang dinilainya minim itu.

              "Apabila Gubernur tetap menggunakan SE Menaker serta mengabaikan komitmen yang telah
              dibuat  pada  tanggal  14  Oktober  2021,  maka  buruh  akan  melakukan  mogok  kerja  masal,"
              pungkas Nuruddin.

              (dwd).



















































                                                           667
   663   664   665   666   667   668   669   670   671   672   673