Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 102

Menurut dia, jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya penting bagi pekerja
               penerima upah, tetapi juga pekerja informal yang bukan penerima upah, di
               antaranya pekerja yang melakukan usaha ekonominya secara mandiri, seperti sopir
               angkutan, pedagang kaki lima, pedagang pasar, tukang ojek, petugas parkir, petani,
               dan pengacara.

                Ia mengakui mengenalkan program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada pekerja
               informal memiliki tantangan tersendiri sebab dituntut mampu menyadarkan
               masyarakat.

                 Seiring dengan sosialisasi ke berbagai tempat dan kelompok masyarakat,
               diharapkan semakin banyak orang yang mengenal program perlindungan pekerja
               yang dibuat pemerintah itu.

                Sosialisasi tersebut, kata dia, sekaligus tindak lanjut optimalisasi perluasan
               kepesertaan terhadap pekerja bukan penerima upah yang bergerak di bidang
               transportasi angkutan orang dan barang.

                Peserta berjumlah 30 orang yang hadir berprofesi sebagai pengusaha penyedia jasa
               angkutan transportasi angkutan orang dan barang.

                Cukup dengan membayar Rp16.800 per bulan, pekerja informal sudah terlindungi
               program jaminan kematian (JK) dan jaminan kecelakaan kerja (JKK).

                Dengan menambah pembayaran Rp20.000, peserta akan mendapatkan tambahan
               program perlindungan jaminan hari tua (JHT) yang dapat diambil ketika tidak
               bekerja.

                 BPJS Ketenagakerjaan Kudus mencatat jumlah peserta pekerja informal (BPU) di
               wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Kudus sampai dengan 12 November 2019
               sebanyak 30.900 peserta dari target sebanyak 23.551 hingga akhir 2019.

                Kusmanto, salah satu sopir angkot jurusan Jetak-Terminal Induk Jati, mengaku
               belum mengetahui program jaminan sosial ketenagakerjaan.

                "Setelah mendapatkan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan, saya akan
               mempertimbangkan untuk mendaftarkan diri karena profesi sebagai sopir angkot
               memang berisiko mengalami kecelakaan," ujarnya.

                Terlebih lagi, lanjut dia, iuran per bulannya juga tidak mahal dan dimungkinkan
               dirinya mampu membayarnya secara rutin.
















                                                      Page 101 of 124.
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107