Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 44
Title UMK TERUS MELANGIT, FORKAS JATIM MENJERIT
Media Name beritajatim.com
Pub. Date 13 November 2019
Page/URL http://beritajatim.com/ekbis/umk-terus-melangit-forkas-jatim-menjerit/
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Forum Komunikasi Asosiasi (Forkas) Jawa Timur, meminta pemerintah melihat
keluhan mereka saat Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) dan Upah Minimum
Sektoral Kota/Kabupaten yang memberatkan pengusaha terutama industri padat
karya.
Ketua Forkas Jatim, Nur Cahyudi mengatakan ada lima asosiasi pengusaha yang
keberatan dengan kenaikan upah sebesar 8,51 persen itu juga harus dipatuhi,
sesuai dengan PP 78.
"Kalau tiap tahun dinaikkan 8,51 persen terus, lama-lama kami akan berdarah-darah
membayar gaji dan akan banyak pengusaha yang gulung tikar. Kami juga ingin
karyawan kami sejahtera tetapi coba lihat kondisi perekonomian saat ini, semuanya
sektor melambat sementara upah tetap naik," jelas Nur Cahyudi, ketika bertemu
wartawan di MM restaurant, Selasa (12/11/2019).
Dikatakan, melalui Apindo para pengusaha sudah menyampaikan keberatan
kenaikan UMK 2020. Bahkan industri sepatu, tekstil, furniture, makanan-minuman
(mamin) dan perkayuan olahan sudah terang-terang meminta penangguhan
kenaikan UMK. Namun ironisnya mereka juga harus mengikuti UMSK.
Forkas Jatim meminta komitmen dari pemangku kepentingan di Jatim untuk
menjaga kepastian hukum terhadap penetapan UMK berdasarkan PP 78.
"Di sektor hotel juga mengalami nasib yang tak jauh beda. Bahkan harga hotel di
Surabaya terendah di Indonesia, sementara gaji karyawan hotel terus naik sesuai
UMK Surabaya. Bayangkan betapa sulitnya kondisi seperti ini bagi sektor hotel dan
pariwisata," tandas M Sholeh, dari Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Jatim.
Page 43 of 124.

