Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 41
Title KARTU PRAKERJA SIAP DILUNCURKAN, 2 JUTA PENGANGGURAN DIJATAH RP10 TRILIUN
Media Name fajar.co.id
Pub. Date 13 November 2019
https://fajar.co.id/2019/11/13/kartu-prakerja-siap-diluncurkan-2-juta- pengangguran-
Page/URL
dijatah-rp10-triliun/
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kartu prakerja yang menjadi salah satu program andalan Presiden Joko Widodo
(Jokowi) siap diluncurkan. Anggaran Rp10 triliun dialokasikan untuk program yang
bertujuan melatih penganggur agar siap kerja itu. Sasarannya dua juta orang.
Kemarin (12/11) Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) yang khusus membahas
program kartu prakerja. Dia menyatakan, pada Januari 2020, program tersebut
diharapkan berjalan. Program itu dijalankan dengan basis platform digital yang
sudah dirancang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kantor Staf
Presiden (KSP).
Ada dua fokus yang perlu dibahas untuk program kartu prakerja itu. ''Pertama,
bagaimana mempersiapkan angkatan kerja baru. Terserap dengan kebutuhan dunia
kerja,'' kata Jokowi. Kedua, angkatan kerja juga berpeluang menjadi wirausahawan.
Dengan kartu prakerja itu, para pencari kerja bisa mendapat pelatihan. Dengan
begitu, mereka bisa lebih produktif dan memiliki daya saing. Dia memberikan
catatan bahwa saat ini 58 persen tenaga kerja lulusan SMP ke bawah.
Jokowi ingin para pemegang kartu prakerja bisa memilih pelatihan atau kursus
sesuai dengan minat dan bakat. Nah, informasi tentang lembaga pelatihan dan
kursus akan disampaikan melalui platform digital. ''Mereka boleh ikut pelatihan yang
diminati. Misalnya, pelatihan barista kopi, animasi, desain grafis, bahasa Inggris,
komputer, teknisi, programming, koding,'' jelasnya.
Mantan gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, kartu prakerja tidak hanya
ditujukan untuk para pencari kerja. Tetapi juga para korban pemutusan hubungan
kerja (PHK). Mereka berkesempatan ikut program itu untuk rescaling atau upscaling
keterampilannya. Untuk lembaga pelatihannya, Jokowi berpesan supaya bisa
dimaksimalkan peran swasta, BUMN, dan balai latihan kerja (BLK).
Program tersebut juga perlu ditunjang dengan pembenahan pendidikan dan
pelatihan vokasi. ''Itu urusannya Mendikbud,'' katanya. Dia berharap pendidikan
vokasi bisa disambungkan dengan kebutuhan dunia kerja.
Page 40 of 124.

