Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 NOVEMBER 2019
P. 50
Title BPJS KETENAGAKERJAAN GANDENG LINKAJ, LAYANI PEMBAYARAN DIGITAL
Media Name tempo.co
Pub. Date 13 November 2019
https://bisnis.tempo.co/read/1271683/bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-link aj-layani-
Page/URL
pembayaran-digital
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerja sama dengan
LinkAja untuk mempermudah pembayaran tagihan secara elektronik.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan dengan kerja
sama itu peserta dapat melakukan pembayaran iuran menggunakan LinkAja. "Kami
melihat salah satu solusi terbaik bagi peserta BPJamsostek agar mendapatkan
perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah dengan memberikan
kemudahan-kemudahan, khususnya terkait pendaftaran dan pembayaran iuran,"
kata Krishna di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Dia berharap kemudahan pembayaran tagihan dapat menjadi insentif adopsi bagi
seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah kebiasaan pembayaran tunai menjadi
nontunai.
"Terlebih adanya promo-promo menarik seperti cashback yang diberikan LinkAja,
Saya rasa bisa menjadi insentif tersendiri bagi peserta agar dapat beralih menjadi
cash-less Society di tengah perkembangan teknologi yang sangat masif," ujarnya.
Dengan melakukan pembayaran pada platform LinkAja, kata dia, aspek keamanan
dan kenyamanan transaksi finansial yang dimiliki LinkAja menjadi daya tarik
tersendiri, selain promo-promo yang berlaku.
Kerja sama itu juga melibatkan Finnet sebagai biller aggregator. Hal itu dapat
dimanfaatkan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan
Jaminan Hari Tua bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU) dan Pekerja Migran
Indonesia (PMI).
Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya mencakup tiga jenis
kepesertaan, yaitu Penerima Upah (PU), BPU, dan PMI. Namun untuk saat ini
layanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi LinkAja adalah pembayaran BPJS
Ketenagakerjaan bagi peserta BPU dan PMI. BPU adalah setiap pekerja yang
melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri, seperti Pedagang,
Pengendara Ojek, Petani, dan lain sebagainya. Sedangkan PMI adalah setiap warga
negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan
menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia.
Page 49 of 124.

