Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 MEI 2019
P. 64

Singkatnya, selama 4 tahun, pemerintah sekadar mengikis 200.000 pengangguran.
               Boleh dibilang, rata-rata setiap tahunnya pemerintah hanya berhasil mengurangi
               50.000 pengangguran.

               Pencari kerja melintas di dekat stan sebuah perusahaan pada bursa kerja di
               Disnakertrans Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/4)./ANTARA-R Rekotomo
               Menariknya, dari data kompilasi yang disusun Bisnis , tampak pembangunan di
               daerah belum seluruhnya bisa mendongkrak jumlah lapangan pekerjaan. Hal
               tersebut tergambarkan dari meningkatnya populasi pengangguran.

               Secara makro, sejak 2016, setiap tahun terjadi pertumbuhan populasi angkatan
               kerja mencapai rata-rata 2,5 persen. Sejurus dengan laju tersebut, lapangan kerja
               yang dibuka, tergambarkan dari populasi orang bekerja, tumbuh rata-rata 2,2
               persen atau nyaris sebanding dengan laju populasi angkatan kerja.

               Dengan angka pertumbuhan sepadan tersebut, tak pelak populasi pengangguran
               yang terjadi secara akumulatif selama ini tak mampu dikikis. Pertumbuhan lapangan
               kerja hanya berperan menyerap angkatan kerja baru.

               Di sisi lain, berdasarkan data kompilasi tersebut, segala upaya pemerintah ternyata
               masih berimbas lebih besar di Sumatra dan Jawa. Pada 2016, di seluruh provinsi di
               Pulau Andalas, populasi pengangguran tercatat mencapai 1,52 juta orang.

               Sementara itu, hingga Februari 2019, populasi itu menjadi 1,4 juta orang atau
               menyusut 3,4 persen dibandingkan 1,455 juta orang pada periode yang sama tahun
               lalu. Pengendalian jumlah pengangguran di Sumatra memberikan efek signifikan
               bagi wajah tingkat pengangguran nasional.

               Hal demikian juga terjadi di Jawa. Hingga bulan kedua tahun ini, Jawa masih
               merupakan pulau dengan populasi pengangguran paling banyak, yakni sebesar 4,26
               juta orang.

               Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan Light Rail Transit ( LRT) di Jakarta,
               Senin (14/1/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam Empat tahun lalu, kondisi pengangguran
               di pulau terpadat ini tak berbeda jauh. Pada 2016, populasi pengangguran mencapai
               4,31 juta orang, artinya penurunan pengangguran di Jawa tak pernah melebihi 1
               persen dalam 4 tahun terakhir.

               Selain itu, dalam 4 tahun belakangan, Sumatra dan Jawa masing-masing memiliki
               provinsi yang jumlah penganggurannya bertambah. Di Sumatra, ada Riau yang
               dihuni 183.700 pengangguran per Februari 2019, lebih tinggi dari angka 4 tahun lalu
               yang sebanyak 176.900 orang.

               Di Jawa, ada Banten dan Jawa Tengah (Jateng) yang populasi penganggurannya
               bertambah. Provinsi pertama mencatatkan pertumbuhan pengangguran dari
               452.100 orang pada 2016 menjadi 465.800 orang pada awal tahun ini.




                                                       Page 63 of 130.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69