Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 124
RUU CIPTA KERJA TERLAMPAU MERUGIKAN, BURUH YANG SEMULA DUKUNG JOKOWI DI
Title
PILPRES 2019 MENOLAK OMNIBUS LAW
Media Name pikiran-rakyat.com
Pub. Date 11 Maret 2020
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01349946/ruu-cipta-kerja-te rlampau-
Page/URL
merugikan-buruh-yang-semula-dukung-jokowi-di-pilpres-2019-meno lak-omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Penolakan sipil atas Rancangan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus
mengemuka.
Setelah sebelumnya mahasiswa di Yogyakarta menggelar aksi, kali ini giliran faksi
buruh menegaskan suaranya.
Salah satunya Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia ( KSBSI ).
Dalam konferensi pers di Hotel Sari Pasific Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020 Presiden
KSBSI , Elly Rosita Silaban mengatakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut
terlampau merugikan pekerja.
KSBSI pun akan tegas menyuarakan penolakannya lewat turun ke jalan.
"Kami ini pendukung Jokowi dua periode, tetapi bukan berarti kalau kita mendukung
beliau tidak boleh mengkritik. Kita harus kritik kebijakan yang dibuat tidak pro
dengan kita," kata Elly.
Menurut Elly, ada tiga alasan KSBSI menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Pertama, mereka menilai RUU itu bertentangan dengan amanat pasal 27 ayat 2 dan
pasal 28 D UUD 1945.
Menurutnya, pemerintah dimandatkan untuk menjamin hak setiap warga negara
atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
"Amanat itu dilanggar dengan penghapusan upah minimum di tingkat
kabupaten/kota dan pesangon," kata dia.
Kedua, RUU itu dinilai membahayakan nasib pekerja dengan sistem kontrak baru.
RUU Omnibus Law Cipta Kerja tak membatasi masa kontrak yang diberlakukan
perusahaan kepada para pekerjanya.
Ketiga, KSBSI menilai perumusan RUU itu menyalahi peraturan perundang-
undangan.
Page 123 of 175.

