Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 MARET 2020
P. 119

Title          POLISI TANGKAP TKI ASAL PASURUAN DIDUGA CULIK ANAK WN MALAYSIA
               Media Name     jabar.antaranews.com
               Pub. Date      11 Maret 2020
               Page/URL       https://jabar.antaranews.com/internasional/berita/1350046/polisi-tangk ap-tki-asal-
                              pasuruan-diduga-culik-anak-wn-malaysia
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               Surabaya - Petugas gabungan dari Polda Jatim dan Polres Pasuruan Kota
               menangkap sepasang suami istri yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI)
               atas dugaan menculik seorang anak warga negara Malaysia.


               "Anak usia 3 tahun itu dibawa kedua tersangka sejak Desember 2019 dari Selangor,
               Malaysia ke Pasuruan," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol. Luki Hermawan di Mapolda
               Jatim, Surabaya, Rabu.


               Alasan penculikan menurut kedua tersangka, kata Kapolda, adalah sebagai
               "pancingan" lantaran setelah 7 tahun menikah, keduanya tak kunjung diberi
               keturunan.

               Kapolda menyebut keduanya dapat membawa sang anak lantaran saat di Malaysia
               mereka yang mengasuhnya sehingga saat dibawa pergi, orang tua anak tersebut
               tidak curiga.

               Namun, setelah berpamitan, kedua tersangka ternyata tak pernah kembali, bahkan
               nomor telepon orang tua korban diblokir.

               "Orang tua anak itu lalu melaporkan kasus tersebut ke PDM (Polis Diraja Malaysia),
               kemudian diteruskan ke kedutaan, selanjutnya diteruskan ke kepolisian," kata
               jenderal bintang dua tersebut.


               Setelah dilakukan pelacakan, kata dia, kedua tersangka diketahui berada di Desa
               Wates, Kecamatan Lekok, Kota Pasuruan. Keduanya kemudian ditangkap dan
               dibawa ke Mapolda Jatim.

               Sementara itu, tersangka berinisial S tidak mau disebut sebagai penculik karena
               telah meminta izin kepada orang tua sang anak.


               "Saya sudah izin tetapi visa saya diblokir sehingga tidak bisa kembali ke sana
               (Malaysia)," ujarnya.


               Mengenai mengapa nomor teleponnya tidak bisa lagi dihubungi, dia mengaku
               sengaja memblokirnya lantaran sakit hati kerap dimaki-maki.


               Atas kasus ini, kedua tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak,
               sedangkan sang anak akan dititipkan sementara ke balai perlindungan anak..



                                                      Page 118 of 175.
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124