Page 41 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 DESEMBER 2019
P. 41
terhadap Yuli. Chau mengatakan ketika Yuli berkunjung ke kantor imigrasi Teluk
Kowloon hari itu, dia kemudian dikirim ke Pusat Imigrasi Castle Peak Bay.
Wanita 39 tahun itu menghabiskan hampir sebulan di sana sebelum terbang kembali
ke Indonesia pada Senin. Ip mengatakan pekan lalu departemen imigrasi
mengatakan kepada Yuli jika dia mencabut aplikasi perpanjangan visanya, dia tidak
harus menghadapi penahanan lagi dan bisa kembali ke Indonesia. Menurut Ip, Yuli
akhirnya setuju akan hal ini karena dia merasa tidak sehat.
Pada September, Yuli, yang bekerja di Hong Kong selama sekitar satu dekade,
berbicara kepada surat kabar berbahasa Cina Ming Pao tentang peliputan aksi
demonstrasi. Sebelum akhirnya protes membara pada Juni, ia kerap menulis
tentang kegiatan pekerja Indonesia di Hong Kong.
Namun sejak protes dimulai, dia menghadiri demonstrasi setiap Ahad di mana ia
mendapat hari libur. Dia mengatakan kepada Ming Pao bahwa artikelnya faktual dan
tidak membawa pendapat pribadinya.
Teresa Liu Tsui-lan, Direktur Pelaksana Pusat Layanan Ketenagakerjaan Teknik, juga
mengatakan dia belum pernah mendengar petugas imigrasi menangkap pekerja
rumah tangga di rumah mereka karena visa kedaluwarsa dalam 30 tahun masa
kerjanya. Namun, Liu menolak untuk meyakini bahwa Yuli dideportasi karena
menulis tentang protes. "Mungkin ada alasan lain yang tidak diumumkan," katanya.
Manajer umum dari LSM Misi untuk Pekerja Migran, Cynthia Abdon-Tellez juga
mengatakan kasus Yuli jarang terjadi. Juru bicara Badan Koordinasi Migran Asia,
Eman Villanueva mengatakan, kasus Yuli bukan praktik biasa bagi departemen
untuk pergi ke tempat karyawan kemudian menangkapnya karena tinggal lebih
lama.
Kendati demikian, pada saat yang sama langkah departemen juga bukan tidak
mungkin, terutama jika departemen telah diinfokan untuk tinggal lebih lama. "Tahun
lalu, Yuli dianugerahi Penghargaan Sastra Taiwan untuk Migran atas tulisannya,"
katanya.
Page 40 of 82.

