Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 128
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, meskipun mengalami
penurunan, namun hal tersebut masih belum cukup. Mengingat angka penurunannya sangat
tipis.
"Oleh karena itu, saya tidak akan rela jika banyak pekerja yang mengalami kecelakaan kerja,
sehingga kemudian menjadi tidak produktif, menjadi difabel, bahkan kehilangan nyawa. Risiko
itu terlalu berat untuk dipikul oleh keluarga-keluarga pekerja ini," ujarnya dalam keteranganya,
Selasa (13/4/2021).
Menaker Ida menambahkan, secara khusus industri konstruksi diminta untuk meningkatkan
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja. Penerapan K3 di tempat kerja merupakan
sesuatu yang prinsip dan tidak boleh ditolerir berbagai kekurangannya.
"Selalu menerapkan K3 di lokasi kerja itu sangat penting, apalagi sektor bangunan dan konstruksi
ini termasuk sektor yang cukup berisiko dalam proses kerjanya," jelasnya.
Oleh karena itu, Menaker juga akan terus mengingatkan jajaran pengawas agar tetap memantau
dan mensupervisi pelaksanaan K3 di lokasi-lokasi pembangunan. Sebab, sebagai industri, sektor
konstruksi dan pekerjaan umum berada di bawah naungan Kementerian PUPR, tetapi dalam hal
pekerja dan pelaksananya, menjadi tanggung jawab Kementerian Ketenagakerjaan.
Apalagi lanjut Menaker Ida, konstruksi merupakan sektor yang menjadi andalan pemerintahan
Presiden Joko Widodo. Konstruksi bukan hanya untuk mempercepat pembangunan ekonomi,
ketersediaan akses dan pelayanan masyarakat namun juga penting mengingat begitu banyaknya
industri turunannya.
Industri turunan yang dimaksud, yaitu industri semen, industri pengolahan besi, industri alat
berat, bahkan sampai industri informal, seperti warung makanan, kos-kosan, dan makanan kaki
lima menjadi hidup karena ada proyek-proyek konstruksi.
"Oleh karena itu, teman-teman pekerja semua, bersyukurlah dan tetaplah optimis. Akan banyak
pekerjaan untuk teman-teman semua di sektor ini, sehingga bisa membawa pulang rezeki bagi
keluarga," kata Menaker. (ind).
127

