Page 292 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 292

Pemberitahuan THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh penguasa
              kepada pekerja /buruh.
              Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan
              Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keamaan
              bagi pekerja/Buruh di perusahaan.

              Dikutip  dari  siaran  pers  di  laman  Kemnaker,  Menteri  Ketenagakerjaan  RI,  Ida  Fauziyah
              menegaskan, pemberian THR diberikan secara penuh dan tepat waktu.

              "Diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar THR secara penuh dan tepat waktu
              kepada para pekerja/buruh" ujar Ida pada saat konferensi pers, Senin (12/4/2021).

              Ida menambahkan, THR Keagamaan dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya.

              "THR Keagamaan adalah pendapatan non upah yang wajb dibayarkan oleh pengusaha kepada
              pekerja paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba" ujar Ida.

              Ida juga meminta kepada Kepala Daerah untuk memastikan perusahaan membayar THR kepada
              pekerja /buruh sesuai peraturan perundang-undangan.

              Ketentuan  Pembayaran  THR  Keagamaan  Pembayaran  THR  Keagamaan  sesuai  Peraturan
              Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016
              dilaksanakan  dengan  memperhatikan  beberapa  hal  sebagai  berikut:  1.  THR  Keagamaan
              diberikan kepada: - Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus
              menerus atau lebih.

              - Pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian
              kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              2. Besaran THR Keagamaan diberikan dengan ketentuan: - Bagi pekerja -buruh yang mempunyai
              masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.
              - Bagi pekerja atau butuh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus
              tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: (Masa
              kerja : 12) x 1 bulan upah - Bagi pekerja / buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja
              harian, upah 1 bulan dihitung sebagai berikut: a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa
              kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam
              12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              b. Pekerja/buruh yang telah mmpunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              3.  THR  Keagamaan  wajib  dibayarkan  paling  lambat  7  hari  sebelum  hari  raya  Keagamaan
              Ketentuan Bagi Perusahaan yang Tidak Mampu Membayar THR Bagi perusahaan yang masih
              terdampak pandemi Covid-19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun
              2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  dalam  peraturan  perundang-undangan,  Gubernur  dan
              Bupati/Walikota  diminta  untuk  mengambil  langkah-langkah  sebagai  berikut:  1.  Memberikan
              solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja /buruh untuk mencapai
              kesepatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan syarat paling lambar dibayar sampai sebelum hari raya keagamaan tahun 2021 pekerja
              /buruh yang bersangkutan.





                                                           291
   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297