Page 395 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 395

FAKTA-FAKTA THR 2021, BERAPA BESARAN YANG HARUS DITERIMA KARYAWAN?
              INI KATA MENAKER IDA FAUZIYAH
              TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerbitkan Surat Edaran (SE)
              Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  tentang  Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)
              Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan yang wajib diabayarkan maksimal 7
              hari sebelum Lebaran.

              Dalam SE Pelaksanaan THR yang ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia, Ida
              mengimbau agar perusahaan membayarkan THR pekerja tahun 2021 secara penuh. Hal ini wajib
              dilakukan mengingat pada tahun 2020 pemerintah telah memberikan banyak keringanan kepada
              para pengusaha.

              Ida mengatakan, SE pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021
              tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  terkait
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
              Dalam  aturannya,  pembayaran  THR  Keagamaan  diberikan  kepada  pekerja/buruh  yang  telah
              mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

              THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
              pengusaha  berdasarkan  perjanjian  kerja  waktu  tidak  tertentu  atau  perjanjian  kerja  waktu
              tertentu.

              Besaran THR Terkait jumlah besaran, Ida juga menjelaskan. Yakni: 1. bagi pekerja/buruh yang
              mempunyai  masa  kerja  12  bulan  secara  terus  menerus  atau  lebih,  THR  diberikan  dengan
              ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              2.  Sementara  bagi  pekerja/buruh  yang  telah  mempunyai  masa  kerja  1  bulan  secara  terus
              menerus,  tetapi  kurang  dari  12  bulan,  THR  diberikan  secara  proporsional  sesuai  dengan
              perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              3.  Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              4. Kemudian, bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah
              1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
              Jika  Terdampak  Pandemi  SE  juga  menjelaskan, perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi
              Covid-19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu
              yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, diharapkan Gubernur dan Bupati/Wali
              kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog  dengan
              pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan
              iktikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Ida.

              Ida mengatakan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut harus
              dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun  2021  kepada  pekerja/buruh  dengan  besaran  sesuai  ketentuan  peraturan  perundang-
              undangan.




                                                           394
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400