Page 401 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 APRIL 2021
P. 401

Sementara bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus,
              tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai perhitungan masa kerja
              dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Kemudian, bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
              bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              Ketentuan Pemberian THR bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 Dalam SE
              dijelaskan  bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  berakibat  tidak
              mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan agar melakukan
              dialog dengan pekerja.

              Menaker  Ida  meminta  Gubernur  dan  Bupati/Wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan
              mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan
              yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  Hari  Raya  Keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Menaker Ida.

              Kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan itu harus dipastikan tidak sampai
              menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021.

              Di mana besarannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              Ketenagakerjaan setempat," katanya.

              Menaker  Ida  meminta  kepada  perusahaan  agar  dapat  membuktikan  ketidakmampuan  untuk
              membayar  THR  Keagamaan  tahun  2021  sesuai  waktu  yang  ditentukan  berdasarkan  laporan
              keuangan internal perusahaan secara transparan.

              Ia  juga  meminta  Gubernur  beserra  Bupati/Wali  kota  untuk  menegakkan  hukum  sesuai
              kewenangannya  terhadap  pelanggaran  pemberian  THR  Keagamaan  tahun  2021  dengan
              memperhatikan rekomendasi dari hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

              Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR
              Keagamaan tahun 2021 dan pelaksanaan koordinasi yang efektif antara pemerintah pusat dan
              daerah.

              Gubernur  dan  Bupati/Wali  kota  juga  diminta  untuk  membentuk  Pos  Komando  Pelaksanaan
              Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  Tahun  2021  (Posko  THR)  dengan  tetap  memperhatikan
              prosedur/protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

              Aturan lengkap pemberian THR 2021 Dikutip dari laman Setkab, dalam Surat Edaran (SE) Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun
              2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan diatur sejumlah ketentuan mengenai pembayaran THR
              2021, di antaranya: - THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan.

              - Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa
              kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.
                                                           400
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406